Perayaan di Kuil
Hakim-hakim 9:27
Raja Bayangan dan Kutukan
“Mereka pergi ke ladang, memetik buah anggur dari kebun anggur mereka, mengiriknya, dan mengadakan perayaan. Sesudah itu, mereka masuk ke kuil ilah mereka, lalu makan dan minum sambil mengutuki Abimelekh.”Hakim-hakim 9:27 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“jadi pergilah mereka ke ladang; mereka mengumpulkan hasil kebun anggur mereka, dan mengirik memerasnya, lalu mengadakan perayaan. Mereka masuk ke kuil allah mereka dan makan minum sambil mengutuki Abimelekh.”Hakim-hakim 9:27 · TB
Terjemahan Baru
“Mereka pergi memetik anggur di kebun-kebun anggur, lalu membuat minuman anggur, dan mengadakan pesta. Mereka makan minum di tempat penyembahan dewa mereka sambil menyumpah-nyumpahi Abimelekh.”Hakim-hakim 9:27 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Suatu hari, mereka pergi ke ladang, memanen anggur dari kebun mereka, memerasnya untuk membuat minuman anggur, lalu berpesta. Mereka masuk ke kuil dewa mereka dan makan minum sambil mengutuki Abimelek.”Hakim-hakim 9:27 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they went out into the fields, and gathered their vineyards, and trode the grapes, and made merry, and went into the house of their god, and did eat and drink, and cursed Abimelech.”Hakim-hakim 9:27 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 9:27?
Penduduk Sikhem merayakan panen anggur dan masuk ke kuil ilah mereka untuk makan minum sambil mengutuki Abimelekh. Ini menunjukkan mereka menyembah berhala dan menggunakan perayaan sebagai sarana untuk melampiaskan kekecewaan, bukan mencari solusi yang benar.
Latar belakang
Pesta dan Kutukan
Orang-orang pergi ke ladang untuk memanen anggur, lalu mengadakan perayaan di kuil ilah mereka. Dalam suasana mabuk dan euforia, mereka mulai mengutuki Abimelekh, menunjukkan pemberontakan terbuka yang dipicu oleh hasutan Gaal.
Di mana
Sikhem
Di dalam kuil dewa mereka
Kapan
~1150 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Penulis
penulis kitab Hakim-hakim, mencatat peristiwa dengan detail
Kepada
Pembaca
umat Israel, belajar dari sejarah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
דָּרַךְ
darakh · mengirik
menginjak untuk memisahkan biji anggur dari buahnya
חַג
chag · perayaan
hari raya, pesta keagamaan
קָלַל
qalal · mengutuki
menganggap ringan, menghina, atau mengutuk
Perayaan yang seharusnya menjadi ibadah kepada dewa berubah menjadi ajang penghinaan terhadap raja, menunjukkan kebobrokan spiritual yang memicu bencana.
Tahukah kamu
Kuil Baal-Berit
Kuil ini, yang disebut juga El-Berit, adalah tempat penyembahan dewa perjanjian, dan menjadi pusat kegiatan sosial serta agama di Sikhem.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 9:27
Keluaran 32:6
pesta berhala
“Keesokan harinya mereka bangun pagi-pagi, mempersembahkan korban bakaran... lalu duduk-duduk untuk makan dan minum, dan bangun untuk bersukaria.”
Amsal 20:25
kata-kata ceroboh
“Jerat bagi manusia, kalau ia terburu-buru mengucapkan kata-kata kudus.”
Roma 1:21
penyembahan palsu
“Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 9:27
✕ Sering dikira
Menganggap pesta ini hanya pesta biasa tanpa makna religius.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah perayaan keagamaan yang dikaitkan dengan dewa asing, menunjukkan sinkretisme.
✕ Sering dikira
Mengira mengutuki Abimelekh hanyalah ungkapan emosi.
✓ Yang sebenarnya
Itu adalah tindakan pengkhianatan yang serius dan menuntut balas.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 9:27
Saat kecewa, kita mungkin tergoda untuk melampiaskan emosi melalui hiburan atau gosip, tetapi itu tidak menyelesaikan masalah. Bawa kekecewaanmu kepada Tuhan dalam doa, dan carilah cara yang sehat untuk mengatasi konflik.
Ya Tuhan, jauhkan aku dari pelampiasan yang sia-sia. Ajar aku mengelola emosi dengan bijak dan berdamai dengan sesama. Amin.