Permintaan Emas dari Jarahan
Hakim-hakim 8:24
Gideon Membuat Efod yang Menjadi Jerat
PerikopGideon Membuat Efod · Hakim-hakim 8:22-27 →“Lalu, Gideon berkata kepada mereka, “Aku minta satu hal kepadamu, masing-masing dari kamu memberikan anting-anting hasil jarahannya kepadaku.” Mereka beranting-anting emas karena mereka orang Ismael.”Hakim-hakim 8:24 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Selanjutnya kata Gideon kepada mereka: "Satu hal saja yang kuminta kepadamu: Baiklah kamu masing- masing memberikan anting-anting dari jarahannya." --Karena musuh itu beranting-anting mas, sebab mereka orang Ismael.”Hakim-hakim 8:24 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi kemudian Gideon berkata lagi, "Hanya satu permintaan saya; anting-anting yang kalian rampas dari musuh, hendaklah kalian serahkan semuanya kepada saya." (Orang Midian biasanya memakai anting-anting emas; sama seperti orang-orang lainnya yang tinggal di padang pasir.)”Hakim-hakim 8:24 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lanjut Gideon, “Saya punya satu permintaan saja. Hendaklah kalian, masing-masing memberikan kepada saya anting-anting dari jarahan kalian.” (Para musuh memakai anting-anting emas sesuai kebudayaan dari keturunan Ismael.)”Hakim-hakim 8:24 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Gideon said unto them, I would desire a request of you, that ye would give me every man the earrings of his prey. (For they had golden earrings, because they were Ishmaelites.)”Hakim-hakim 8:24 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 8:24?
Gideon meminta setiap orang memberikan anting-anting emas dari jarahan mereka sebagai permintaan, karena mereka adalah orang Ismael yang memakai anting-anting itu.
Latar belakang
Gideon Minta Anting-anting Emas
Setelah menolak tawaran menjadi raja, Gideon meminta setiap orang memberikan anting-anting emas dari jarahan mereka. Permintaan ini tampak sederhana, tetapi nantinya berujung pada pembuatan benda penyembahan yang menjerat.
Di mana
Di tempat perkemahan, dekat Sungai Yordan
Setelah Gideon menolak menjadi raja, dalam suasana perayaan
Kapan
± 1200 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Gideon
Pemimpin yang sebelumnya menolak mahkota, tetapi kini mengajukan permintaan emas.
Kepada
Orang Israel
Para pejuang yang baru menang dan memiliki banyak jarahan.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נֶזֶם
nezem · Anting-anting
Anting-anting atau cincin hidung, perhiasan emas.
שָׁלָל
syalal · Jarahan
Barang rampasan perang, harta yang diambil dari musuh.
עֲנָק
anaq · Beranting-anting
Memakai kalung atau perhiasan leher, menunjukkan kekayaan.
Kata 'nezem' dan 'syalal' menunjukkan harta rampasan yang berlimpah, sementara 'anaq' mengingatkan bahwa orang Midian kaya. Ini menggarisbawahi godaan kekayaan yang kemudian menjerat Gideon.
Tahukah kamu
Anting-anting dari Musuh
Orang Midian dan Ismael biasa memakai anting-anting emas sebagai perhiasan, dan setelah kalah, barang itu menjadi jarahan yang sah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 8:24
Keluaran 33:4
Perhiasan jadi masalah
“Ketika bangsa itu mendengar perkataan yang jahat itu, berkabunglah mereka dan seorangpun tidak ada yang memakai perhiasannya.”
Hakim-hakim 8:27
Efod dari emas
“Gideon membuat baju efod dari semuanya itu dan menempatkannya di kotanya, di Ofra.”
Yesaya 3:18
Perhiasan sia-sia
“Pada waktu itu Tuhan akan menjauhkan segala perhiasan mereka: gelang-gelang kaki, jamang-jamang, dan bulan-bulanan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 8:24
✕ Sering dikira
Gideon meminta emas karena serakah dan ingin kaya.
✓ Yang sebenarnya
Alasan Gideon tidak dijelaskan; bisa untuk menghormati Tuhan, tetapi akhirnya menjadi bumerang.
✕ Sering dikira
Permintaan ini adalah hal biasa dan tidak berdampak buruk.
✓ Yang sebenarnya
Permintaan ini justru menjadi awal dari penyembahan berhala yang menjerat keluarga Gideon.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 8:24
Permintaan Gideon mungkin tampak sederhana, tetapi kemudian menjadi batu sandungan. Kita perlu waspada dengan hal-hal yang tampak baik namun bisa menjauhkan dari Tuhan.
Tuhan, jagalah kami dari jerat yang tersembunyi dalam berkat-Mu, dan beri kami kebijaksanaan. Amin.