Kepala Oreb dan Zeeb dibawa ke Gideon
Hakim-hakim 7:25
Gideon dan 300 Prajurit
“Mereka menangkap dua orang raja Midian, yaitu Oreb dan Zeeb. Mereka membunuh Oreb di Gunung Batu Oreb, sedangkan Zeeb dibunuh di tempat pemerasan anggur Zeeb. Mereka mengejar orang-orang Midian itu, lalu membawa kepala Oreb dan Zeeb kepada Gideon di seberang Sungai Yordan.”Hakim-hakim 7:25 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Mereka berhasil menawan dua raja Midian, yakni Oreb dan Zeeb. Oreb dibunuh di gunung batu Oreb dan Zeeb dibunuh dalam tempat pemerasan anggur Zeeb. Mereka mengejar orang Midian itu, lalu mereka membawa kepala Oreb dan kepala Zeeb kepada Gideon di seberang sungai Yordan.”Hakim-hakim 7:25 · TB
Terjemahan Baru
“Dua tokoh bangsa Midian, yaitu Oreb dan Zeeb ditangkap oleh mereka. Oreb dibunuh di Batu Oreb dan Zeeb dibunuh di tempat pemerasan anggur Zeeb. Orang-orang Efraim itu terus mengejar orang Midian, lalu membawa kepala Oreb dan Zeeb kepada Gideon di seberang Yordan bagian timur.”Hakim-hakim 7:25 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Mereka juga menangkap dua jenderal bangsa Midian, yang dijuluki Gagak dan Serigala. Mereka membunuh Gagak di sebuah batu besar, dan Serigala dibunuh di dekat tempat pemerasan anggur. Tempat-tempat itu kemudian diberi nama Batu Gagak dan Pemerasan Anggur Serigala. Beberapa prajurit Efraim memberikan kepala dua orang itu kepada Gideon ketika sudah berada di sebelah timur sungai Yordan, sedangkan yang lain terus mengejar bangsa Midian.”Hakim-hakim 7:25 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they took two princes of the Midianites, Oreb and Zeeb; and they slew Oreb upon the rock Oreb, and Zeeb they slew at the winepress of Zeeb, and pursued Midian, and brought the heads of Oreb and Zeeb to Gideon on the other side Jordan.”Hakim-hakim 7:25 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 7:25?
Ayat ini menceritakan kemenangan Gideon atas orang Midian, di mana dua raja Midian, Oreb dan Zeeb, ditangkap dan dibunuh oleh orang Efraim. Kepala mereka dibawa kepada Gideon di seberang sungai Yordan sebagai bukti kemenangan.
Latar belakang
Dua Raja Midian Dibunuh
Setelah Gideon dan pasukannya mengalahkan Midian, orang Efraim menangkap dua pemimpin Midian, Oreb dan Zeeb, dan membunuh mereka. Kepala mereka dibawa ke Gideon di seberang Sungai Yordan.
Di mana
Sungai Yordan
Timur sungai, setelah pengejaran
Kapan
~1200 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Penulis Kitab Hakim-hakim
Sejarawan dan penyusun kisah, berfokus pada siklus umat Israel.
Kepada
Pembaca Kitab Hakim-hakim
Umat Israel generasi berikutnya, belajar dari masa lalu.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
תָּפַשׂ
taphas · menangkap
Menangkap, merebut, atau menahan dengan kuat.
הָרַג
harag · membunuh
Membunuh, mematikan, atau menghabisi nyawa.
רֹאשׁ
rosh · kepala
Bagian paling atas tubuh, melambangkan pemimpin atau keseluruhan diri.
Kata-kata ini menekankan bahwa kemenangan Gideon tidak lengkap tanpa peran serta suku lain. Kepala raja sebagai simbol kekalahan total menunjukkan kesatuan umat dalam menghadapi musuh.
Tahukah kamu
Nama yang jadi monumen
Tempat kematian Oreb dan Zeeb dinamai 'Gunung Batu Oreb' dan 'Tempat Pemerasan Anggur Zeeb' (Yesaya 10:26; Hakim-hakim 7:25).
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 7:25
Hakim-hakim 8:3
Pengakuan Gideon
“Allah telah menyerahkan Oreb dan Zeeb, pemimpin Midian itu, ke dalam tanganmu.”
Yesaya 10:26
Kemenangan serupa
“TUHAN semesta alam akan mencambuk mereka seperti Midian dipukul di gunung batu Oreb.”
Mazmur 83:12
Doa permusuhan
“Jadikanlah mereka seperti gandum yang berputar, seperti jerami yang terbang.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 7:25
✕ Sering dikira
Orang Efraim membunuh Oreb dan Zeeb karena cemburu pada Gideon.
✓ Yang sebenarnya
Mereka marah karena tidak diikutsertakan, tetapi tetap membantu dan membawa kepala sebagai bukti.
✕ Sering dikira
Kepala dibawa untuk dipamerkan sebagai trofi.
✓ Yang sebenarnya
Ini bukti kemenangan untuk meyakinkan Gideon dan orang Israel, bukan pameran.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 7:25
Kita dapat belajar bahwa setiap orang punya peran dalam kemenangan, seperti orang Efraim yang turut mengejar musuh. Jangan meremehkan kontribusi orang lain, karena Tuhan bisa memakai siapa saja untuk menyelesaikan pekerjaan-Nya.
Tuhan, ajari aku menghargai setiap orang yang Engkau pakai, dan berilah aku kerendahan hati untuk bekerja sama dalam kemenangan-Mu. Amin.