Malam Serangan di Tengah Jaga

Hakim-hakim 7:19

Kemenangan Gideon dengan Tiga Ratus Orang

Gideon dan keseratus orang yang bersama-sama dengan dia sampai di ujung pertendaan itu pada waktu permulaan giliran jaga di tengah malam ketika para penjaga baru saja bangkit dan bersiap. Kemudian, mereka meniup trompet sambil memecahkan tempayan yang mereka bawa di tangan mereka.

Hakim-hakim 7:19 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Hakim-hakim 7:19?

Gideon dan 100 orangnya tiba di ujung perkemahan musuh pada pergantian jaga tengah malam. Mereka meniup trompet dan memecahkan tempayan yang mereka bawa, sebagai bagian dari strategi yang diberikan Tuhan.

Latar belakang

Serangan di Malam Hari

Gideon dan seratus orangnya tiba di ujung perkemahan musuh tepat saat pergantian jaga tengah malam. Mereka meniup trompet dan memecahkan tempayan, mengagetkan musuh yang sedang bersiap ganti jaga.

Di mana

Mata Air Harod

Di tepi perkemahan Midian, lembah dekat Bukit More

Kapan

~1150 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Gideon mengecilkan pasukan
Roti jelai mimpi
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Kitab Hakim-hakim

Tradisi Yahudi dan Kristen mengaitkan penulisan dengan Samuel, namun identitasnya tidak pasti.

P

Kepada

Pembaca Kitab Hakim-hakim

Orang-orang yang mencari teladan iman dan ketaatan kepada Tuhan.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אַשְׁמֹרֶת

ashmoret · giliran

Pergantian jaga atau bagian malam.

תָּוֶךְ

tavekh · tengah

Bagian pertengahan, di tengah.

תָּקַע

taqa · meniup

Meniup sangkakala dengan kuat.

Kata 'giliran' (ashmoret) menekankan waktu yang tepat, 'tengah' menunjukkan posisi strategis, dan 'meniup' adalah tindakan yang menggelegar—semuanya menggambarkan serangan yang terkoordinasi pada saat yang krusial.

Tahukah kamu

Waktu Tepat Serangan

Pergantian jaga tengah malam sering kali menjadi momen kecerobohan, ketika para penjaga baru bangun dan belum siap, membuat musuh lebih mudah dikacaukan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 7:19

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 7:19

✕  Sering dikira

Trompet dan tempayan hanya sebagai simbol, bukan taktik militer.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah taktik psikologis nyata yang memanfaatkan kebingungan dan teror.

✕  Sering dikira

Gideon berdoa dulu sebelum menyerang.

✓  Yang sebenarnya

Teks tidak menyebutkan doa di sini; tindakan langsung sesuai perintah Tuhan.

Renungan

Renungan Singkat Hakim-hakim 7:19

Tuhan sering meminta kita bertindak pada saat yang tampaknya tidak nyaman atau menakutkan. Ketaatan pada waktu-Nya, bukan keinginan kita, adalah kunci kemenangan. Percayalah bahwa Tuhan mengatur waktu yang tepat.

Tuhan, berikan aku keberanian untuk taat pada panggilan-Mu, bahkan saat waktu atau situasinya terasa sulit. Amin.