Hakim-hakim 15:1
“Beberapa waktu kemudian, pada musim menuai gandum, Simson mengunjungi istrinya dengan membawa seekor anak kambing, dan berkata, “Aku ingin masuk ke dalam kamar istriku.” Akan tetapi, ayahnya tidak membiarkan dia masuk.”Hakim-hakim 15:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Beberapa waktu kemudian, dalam musim menuai gandum, pergilah Simson mengunjungi isterinya, dengan membawa seekor anak kambing, serta berkata: "Aku mau ke kamar mendapatkan isteriku." Tetapi ayah Hakim-hakim 15.2–6 83 perempuan itu tidak membiarkan dia masuk.”Hakim-hakim 15:1 · TB
Terjemahan Baru
“Beberapa waktu kemudian, ketika musim panen gandum, Simson pergi mengunjungi istrinya. Ia membawa seekor kambing muda untuk istrinya itu. Berkatalah Simson kepada ayah mertuanya, "Saya ingin ke kamar untuk bertemu dengan istri saya." Tetapi ayah mertuanya tidak mengizinkannya.”Hakim-hakim 15:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Beberapa waktu kemudian, saat musim panen gandum, Simson pergi mengunjungi istrinya dengan membawa seekor anak kambing sebagai hadiah. Dia berkata, “Aku mau masuk ke kamar istriku.” Tetapi ayah perempuan itu tidak mengizinkan dia masuk.”Hakim-hakim 15:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But it came to pass within a while after, in the time of wheat harvest, that Samson visited his wife with a kid; and he said, I will go in to my wife into the chamber. But her father would not suffer him to go in.”Hakim-hakim 15:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 15:1?
Simson pergi mengunjungi istrinya di Timna dengan membawa anak kambing sebagai hadiah, tetapi ayah mertuanya menolak membiarkannya masuk ke kamar istrinya. Ini menunjukkan bahwa setelah kejadian teka-teki, hubungan Simson dengan keluarga istrinya sudah rusak, dan ayahnya telah memberikan istrinya kepada teman Simson.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 15:1
Kadang kita mengira hubungan bisa diperbaiki dengan hadiah atau niat baik, tetapi jika kepercayaan sudah rusak, perlu waktu dan kejujuran untuk memulihkannya. Sebelum bertindak, periksa apakah ada konflik yang belum diselesaikan yang bisa menghalangi niat baik kita.
Tuhan, ajar aku untuk peka terhadap keadaan hati orang lain dan tidak naif dalam membangun hubungan, agar aku bisa membawa damai bukan konflik. Amin.