Hakim-hakim 14:19
“Dan, Roh TUHAN berkuasa atas Simson, lalu dia pergi ke Askelon dan membunuh tiga puluh orang di sana. Dia mengambil pakaian mereka, lalu diberikannya pakaian-pakaian kebesaran itu kepada mereka yang dapat menjawab teka-tekinya. Saat amarahnya masih menyala-nyala, dia pulang ke rumah ayahnya.”Hakim-hakim 14:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka berkuasalah Roh TUHAN atas dia, lalu pergilah ia ke Askelon dan dibunuhnya tiga puluh orang di sana, diambilnya pakaian mereka dan diberikannya pakaian-pakaian kebesaran itu kepada orang-orang yang dapat memberi jawab teka-teki itu. Tetapi amarahnya masih juga bernyala-nyala, lalu pulanglah ia ke rumah ayahnya.”Hakim-hakim 14:19 · TB
Terjemahan Baru
“Tiba-tiba Simson menjadi kuat oleh kuasa TUHAN, lalu ia pergi ke Askelon. Di sana ia membunuh tiga puluh orang laki-laki yang berpakaian bagus-bagus. Ia mengambil pakaian mereka itu dan memberikannya kepada ketiga puluh orang yang telah menebak teka-tekinya. Setelah itu, ia pulang ke rumahnya dengan hati yang kesal.”Hakim-hakim 14:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Saat itu juga Roh TUHAN menggerakkan Simson dengan dahsyat. Dia pergi ke Askelon, membunuh tiga puluh orang di kota itu, menjarah barang-barang mereka, lalu memberikan pakaian mereka kepada orang-orang yang menjawab teka-tekinya. Dengan geram Simson kemudian pulang ke rumah orang tuanya meninggalkan istrinya.”Hakim-hakim 14:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the Spirit of the LORD came upon him, and he went down to Ashkelon, and slew thirty men of them, and took their spoil, and gave change of garments unto them which expounded the riddle. And his anger was kindled, and he went up to his father’s house.”Hakim-hakim 14:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 14:19?
Simson diurapi Roh TUHAN dan pergi ke Askelon, kota Filistin, untuk membunuh 30 orang sebagai balasan atas penipuan mereka dalam teka-teki. Ia mengambil pakaian mereka untuk membayar taruhan. Tindakan ini menunjukkan kemarahan spontan serta kuasa Allah yang memungkinkan Simson melakukan hal tersebut.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 14:19
Ketika kita merasa ditipu atau dimanfaatkan, reaksi alami adalah marah dan ingin membalas. Namun, kita perlu ingat bahwa Allah bisa memakai situasi buruk untuk menghakimi orang fasik, tetapi kita harus berhati-hati agar tidak bertindak gegabah atau melampaui kehendak-Nya.
Tuhan, ajar aku untuk merespon ketidakadilan dengan bijaksana, bukan dengan kemarahan yang merusak, tetapi dengan keyakinan bahwa Engkau yang membela kami. Amin.