Keluarga Ebzan yang Besar
Hakim-hakim 12:9
Pemimpin yang Setia dan Konsekuensinya
“Dia mempunyai tiga puluh anak laki-laki dan tiga puluh anak perempuan. Ketiga puluh anak perempuannya dikawinkan di luar kaumnya, sedangkan untuk anak laki-lakinya diambilnya tiga puluh anak perempuan dari luar kaumnya. Dia menjadi atas orang Israel selama tujuh tahun.”Hakim-hakim 12:9 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ia mempunyai tiga puluh anak laki-laki. Tiga puluh anaknya perempuan dikawinkannya ke luar kaumnya dan tiga puluh anak perempuan diambilnya dari luar kaumnya untuk anak-anaknya lelaki itu. Ia memerintah atas orang Israel tujuh tahun lamanya.”Hakim-hakim 12:9 · TB
Terjemahan Baru
“Ebzan mempunyai tiga puluh anak lelaki dan tiga puluh anak perempuan. Anak-anaknya yang perempuan itu dikawinkannya dengan orang-orang dari suku lain, dan ia mengambil tiga puluh gadis dari suku lain untuk anak-anaknya yang lelaki. Tujuh tahun lamanya Ebzan memimpin umat Israel,”Hakim-hakim 12:9 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ibsan memiliki tiga puluh anak laki-laki dan tiga puluh anak perempuan. Dia mengurus pernikahan untuk semua anaknya itu dengan pasangan dari marga lain. Ibsan menjadi pembela Israel selama tujuh tahun,”Hakim-hakim 12:9 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he had thirty sons, and thirty daughters, whom he sent abroad, and took in thirty daughters from abroad for his sons. And he judged Israel seven years.”Hakim-hakim 12:9 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 12:9?
Ayat ini menggambarkan Ebzan yang memiliki tiga puluh anak laki-laki dan tiga puluh anak perempuan. Ia mengatur pernikahan mereka dengan orang di luar kaumnya, yang menunjukkan ikatan sosial dan politik yang luas. Ia memimpin Israel selama tujuh tahun, menandakan periode yang relatif stabil.
Latar belakang
Kemakmuran dan Keturunan
Ebzan memiliki 30 anak laki-laki dan 30 anak perempuan. Ia menikahkan anak-anak perempuannya dengan orang luar kaumnya, dan mengambil 30 istri untuk anak laki-lakinya, menunjukkan kekayaan dan hubungan antarsuku.
Di mana
Betlehem
Kota di wilayah suku Yehuda (atau Zebulon)
Kapan
~1040 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Penulis Kitab Hakim-hakim
Penulis anonim yang merangkum sejarah Israel
Kepada
Pembaca Kitab Hakim-hakim
Umat Israel dan generasi setelahnya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שְׁלֹשִׁים
sheloshim · tiga puluh
Tiga puluh, angka yang melambangkan kedewasaan atau tanggung jawab.
בָּנִים
banim · anak laki-laki
Anak laki-laki, penerus nama dan warisan.
בָּנוֹת
banot · anak perempuan
Anak perempuan, yang menikah dan menjadi bagian dari keluarga lain.
Banyaknya anak dan pernikahan menunjukkan kekuatan sosial dan politik Ebzan, tetapi juga mengingatkan bahwa keberhasilan keluarga bisa menjadi sumber kebanggaan dan komplikasi.
Tahukah kamu
Angka Simbolis 30
Angka 30 sering dipakai untuk menunjukkan status tinggi atau kelengkapan. Ini juga jumlah upah yang diberikan untuk mengkhianati Yesus (Matius 26:15), tetapi di sini mencerminkan kebesaran keluarga.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 12:9
Kejadian 30:43
Kemakmuran besar
“Maka sangatlah bertambah-tambah harta Yakub, dan ia mempunyai banyak kambing domba, budak perempuan dan laki-laki, unta dan keledai.”
Mazmur 127:3
Anak sebagai berkat
“Sesungguhnya, anak-anak adalah karunia TUHAN; buah kandungan adalah hadiah.”
Hakim-hakim 8:30
Banyak anak hakim
“Gideon mempunyai tujuh puluh anak laki-laki, sebab ia beristri banyak.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 12:9
✕ Sering dikira
Menganggap Ebzan melakukan poligami untuk dirinya sendiri.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah pernikahan untuk anak-anaknya, bukan dirinya.
✕ Sering dikira
Mengira anak perempuan dinikahkan dengan orang asing.
✓ Yang sebenarnya
Teks hanya mengatakan 'di luar kaumnya', bisa masih dalam bangsa Israel.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 12:9
Keluarga dan hubungan adalah berkat dari Tuhan. Kita dapat belajar dari Ebzan untuk membangun jembatan hubungan, bukan tembok. Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa memperluas jaringan persahabatan dan kerja sama, serta menghargai setiap anggota keluarga sebagai anugerah.
Tuhan, mampukan aku untuk membangun hubungan yang sehat dan saling menguatkan, serta melihat keluargaku sebagai berkat yang harus kurawat dengan kasih. Amin.