Israel mengaku berdosa

Hakim-hakim 10:15

Krisis dan Pertobatan Israel

Orang Israel berkata kepada TUHAN, “Kami telah berdosa. Lakukanlah segala yang baik di mata-Mu kepada kami. Hanya, tolong lepaskan kami pada hari ini.”

Hakim-hakim 10:15 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Hakim-hakim 10:15?

Orang Israel mengakui dosa mereka dan memohon belas kasihan, namun dengan nada setengah hati: 'lakukanlah yang baik di mata-Mu' dan 'lepaskan kami'. Ini menunjukkan pertobatan yang belum total, tetapi ada kerendahan hati untuk meminta tolong.

Latar belakang

Pengakuan dosa dan permohonan

Menyadari kesia-siaan berhala, Israel mengaku berdosa dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Tuhan, memohon agar dilepaskan pada hari itu. Ini adalah momen pertobatan yang tulus.

Di mana

Tanah Gilead

Wilayah pegunungan di sebelah timur Yordan, tempat Israel berseru kepada Tuhan

Kapan

~1100 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Tuhan menyuruh berseru kepada ilah lain
Tuhan berbelas kasihan dan membangkitkan Yefta
Kamu di sini
O

Yang berbicara

Orang Israel

Bangsa pilihan yang jatuh dalam penyembahan berhala

T

Kepada

TUHAN

Allah Israel, setia namun adil

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חָטָא

chata · berdosa

Meleset dari sasaran, salah langkah, bersalah

טוֹב

tov · baik

Baik, menyenangkan, benar

נָצַל

natsal · lepaskan

Menyelamatkan, merebut, membebaskan

Mereka mengakui 'chata' (meleset) dan meminta 'tov' (kebaikan) Tuhan, bukan berdasarkan merit, tetapi berdasarkan belas kasihan-Nya. Kata 'natsal' menekankan pembebasan yang hanya bisa datang dari Tuhan.

Tahukah kamu

Permohonan yang rendah hati

Frasa 'lakukanlah segala yang baik di mata-Mu' menunjukkan penyerahan total, mirip dengan doa Yesus di Taman Getsemani (Matius 26:39).

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 10:15

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 10:15

✕  Sering dikira

Israel hanya memanipulasi Tuhan dengan pengakuan palsu.

✓  Yang sebenarnya

Teks menunjukkan ketulusan mereka dengan membuang berhala (ay. 16), dan Tuhan berespons dengan belas kasihan.

✕  Sering dikira

Tuhan langsung mengampuni tanpa perubahan perilaku.

✓  Yang sebenarnya

Pengakuan mereka diikuti dengan tindakan nyata menjauhkan ilah asing, sebagai bukti pertobatan yang sejati.

Renungan

Renungan Singkat Hakim-hakim 10:15

Pertobatan tidak selalu sempurna; kita bisa datang kepada Tuhan dengan kejujuran bahwa kita masih lemah. Yang penting adalah mengakui dosa dan memohon belas kasihan-Nya, bukan menyembunyikannya.

Tuhan, aku mengakui dosa-dosaku dan memohon belas kasihan-Mu; tolong lepaskan aku dari masalahku, sesuai kehendak-Mu. Amin.