Manasye Gagal Mengusir Kanaan
Hakim-hakim 1:27
Penaklukan yang Tidak Sempurna
“Suku Manasye tidak mengusir penduduk Bet-Sean dengan anak kotanya, penduduk Taanakh dengan anak kotanya, penduduk Dor dengan anak kotanya, penduduk Yibleam dengan anak kotanya, penduduk Megido dengan anak kotanya, sebab orang Kanaan itu berkeras untuk tinggal di negeri itu.”Hakim-hakim 1:27 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Suku Manasye tidak menghalau penduduk Bet-Sean dan penduduk segala anak kotanya, penduduk Taanakh dengan segala anak kotanya, penduduk Dor dengan segala anak kotanya, Hakim-hakim 1.28–33 6 penduduk Yibleam dengan segala anak kotanya, dan penduduk Megido dengan segala anak kotanya, sebab orang Kanaan itu berkeras untuk tetap diam di negeri itu.”Hakim-hakim 1:27 · TB
Terjemahan Baru
“Suku Manasye tidak mengusir penduduk kota Bet-Sean, Taanakh, Dor, Yibleam dan Megido dengan kampung-kampung di dekatnya. Jadi orang Kanaan tetap tinggal di situ.”Hakim-hakim 1:27 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Suku Manasye tidak mengusir orang-orang Kanaan yang tinggal di kota Bet Sean, Taanak, Dor, Yibleam, dan Megido serta desa-desa di sekitar kota-kota itu, karena orang-orang Kanaan itu bersikeras untuk tetap tinggal di sana.”Hakim-hakim 1:27 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Neither did Manasseh drive out the inhabitants of Bethshean and her towns, nor Taanach and her towns, nor the inhabitants of Dor and her towns, nor the inhabitants of Ibleam and her towns, nor the inhabitants of Megiddo and her towns: but the Canaanites would dwell in that land.”Hakim-hakim 1:27 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 1:27?
Suku Manasye gagal mengusir penduduk Kanaan dari beberapa kota penting seperti Bet-Sean dan Megido. Meskipun mereka telah kuat, orang Kanaan tetap tinggal di negeri itu, dan hal ini menjadi batu sandungan bagi kesetiaan mereka kepada Tuhan.
Latar belakang
Suku Manasye Gagal Menghalau Kanaan
Suku Manasye tidak berhasil mengusir penduduk Kanaan dari beberapa kota penting seperti Bet-Sean, Taanakh, Dor, Yibleam, dan Megido. Orang Kanaan tetap bertahan di negeri itu, menunjukkan bahwa penaklukan tidak tuntas.
Di mana
Wilayah Manasye
Dataran dan lembah di Israel utara
Kapan
~1200 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Penulis Kitab Hakim-hakim
Sejarawan Israel, menyusun catatan kuno
Kepada
Pembaca Israel
Generasi penerus di tanah Kanaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
לֹא הוֹרִישׁ
lo horish · tidak mengusir
gagal menghalau atau mengambil alih kepemilikan
וַיּוֹאֶל
vayo'el · berkeras
memutuskan untuk tetap tinggal dengan tegas
לָשֶׁבֶת
lashevet · tinggal
menetap dan berdiam di suatu tempat
Ketiga kata ini menunjukkan kegagalan Manasye dalam 'mewarisi' tanah, sementara orang Kanaan 'berkeras' untuk 'duduk' di sana. Kata 'horish' tidak hanya berarti mengusir, tetapi juga mengambil alih sebagai warisan.
Tahukah kamu
Kota-kota dengan Kereta Besi
Kota-kota seperti Bet-Sean dan Megido terletak di lembah strategis, dan penduduknya memiliki kereta besi yang membuat mereka sulit dikalahkan. Ini menjelaskan mengapa Manasye tidak bisa mengusir mereka.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 1:27
Yosua 17:12-13
paralel langsung
“Namun, orang Manasye tidak dapat mengusir penduduk kota-kota itu, sebab orang Kanaan berkeras untuk tinggal di negeri itu.”
Hakim-hakim 1:19
alasan serupa
“Mereka tidak dapat mengusir penduduk lembah, sebab orang-orang ini memiliki kereta-kereta besi.”
Hakim-hakim 2:2-3
akibat ketidaktaatan
“Tetapi kamu tidak mendengarkan suara-Ku. Mengapa kamu melakukan hal ini?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 1:27
✕ Sering dikira
Mengira suku Manasye malas atau takut, sehingga sengaja tidak mengusir orang Kanaan.
✓ Yang sebenarnya
Mereka sebenarnya tidak mampu karena musuh memiliki kereta besi, dan ini menjadi ujian iman bagi Israel.
✕ Sering dikira
Mengira semua orang Kanaan diusir total dari wilayah Manasye.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini justru mencatat kegagalan, orang Kanaan tetap tinggal dan menjadi pekerja rodi kemudian.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 1:27
Terkadang kita membiarkan 'orang Kanaan' dalam hidup kita—kebiasaan dosa atau godaan—tetap ada karena merasa tidak berbahaya. Padahal, kompromi kecil bisa menjadi besar dan menghambat berkat Tuhan.
Tuhan, tunjukkan area dalam hidupku yang masih kuberi toleransi terhadap dosa. Berikan aku kekuatan untuk mengusirnya sepenuhnya, bukan hanya mengendalikannya. Amin.