Ajak Umat Merenungkan Masa Lalu
Hagai 2:15-19
Berkat dari Pembangunan Bait TUHAN
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Merenungkan Masa Lalu Sebelum Berkat
Hagai meminta umat untuk mempertimbangkan keadaan mereka sebelum mereka mulai membangun Bait Allah. Saat itu, hasil panen mereka sedikit dan mereka kekurangan, karena prioritas mereka salah. Ini adalah ajakan untuk mengingat konsekuensi dari kelalaian mereka.
Di mana
Yerusalem
Di lokasi pembangunan Bait Allah
Kapan
~520 SM
Zaman Pembuangan dan Pemulihan
Yang berbicara
Hagai
Nabi yang memanggil umat untuk introspeksi
Kepada
Umat Yehuda
Orang-orang yang sedang membangun Bait Allah
Arti tiap ayat
Penjelasan Hagai 2:15-19 Ayat per Ayat
Hagai 2:15
Hagai mengajak umat untuk memperhatikan keadaan mereka sebelum pembangunan Bait Suci dimulai. Mereka mengalami kekurangan dan kegagalan panen karena prioritas hidup mereka salah, yaitu mengabaikan rumah Tuhan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hagai 2:16
Ayat ini menggambarkan kekecewaan dan kekurangan yang dialami umat: ketika mereka mengharapkan banyak, hasilnya sedikit. Ini adalah akibat dari kelalaian mereka terhadap Bait Suci, dan menjadi pelajaran bahwa tanpa…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hagai 2:17
Allah menyatakan bahwa hama, jamur, dan hujan es adalah hajaran-Nya atas umat karena mereka tidak berbalik kepada-Nya. Meskipun demikian, mereka tetap tidak bertobat. Ini menunjukkan bahwa Allah mengizinkan kesulitan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hagai 2:18
Hagai menegaskan bahwa mulai hari itu, ketika dasar Bait Suci diletakkan, Allah akan memberkati umat-Nya. Ini adalah titik balik: dari kekurangan dan kutuk menjadi berkat, karena umat telah kembali mengutamakan Tuhan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hagai 2:19
Ayat ini menanyakan apakah benih masih tersimpan di lumbung dan pohon-pohon belum berbuah, lalu Tuhan berjanji untuk memberkati mulai hari itu. Ini adalah titik balik: berkat datang setelah fondasi Bait Allah…
Arti lengkap, studi kata & renungan →