Wabah Mengikuti Jejak-Nya

Habakuk 3:5

Doa di Tengah Badai

Di hadapan-Nya penyakit sampar pergi, dan demam mengikuti langkah-Nya.

Habakuk 3:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Habakuk 3:5?

Di hadapan Allah, penyakit sampar dan demam (wabah) berjalan di depan-Nya sebagai hamba-hamba-Nya. Ini menunjukkan bahwa bahkan bencana dan penyakit tunduk pada perintah Allah dan dapat menjadi alat-Nya untuk tujuan-Nya.

Latar belakang

Tuhan Membawa Hukuman

Di hadapan Tuhan, penyakit sampar dan demam berjalan sebagai alat hukuman-Nya. Ini menunjukkan bahwa Tuhan memakai berbagai cara untuk menegakkan keadilan.

Di mana

Yerusalem

Dalam doa dan penglihatan

Kapan

~600 SM

Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Serangan Babel mengancam
Pembuangan Babel dimulai
Kamu di sini
H

Yang berbicara

Habakuk

Nabi, ~600 SM, bergumul dengan keadilan Tuhan

U

Kepada

Umat Israel

Bangsa yang sedang menantikan pembebasan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

דֶּבֶר

dever · sampar

Wabah penyakit, sering sebagai hukuman

רֶשֶׁף

reshef · demam

Api, penyakit panas, atau kilat

הָלַךְ

halakh · mengikuti

Berjalan, pergi, mengikut

Kedua kata 'sampar' dan 'demam' menunjukkan hukuman Tuhan yang berjalan. Ini mengingatkan bahwa Tuhan dapat menggunakan hal-hal yang menakutkan untuk menuntun umat-Nya bertobat.

Tahukah kamu

Sampar dan Demam

Dalam konteks Perjanjian Lama, sampar dan demam sering menjadi hukuman atas dosa, seperti yang tercatat dalam Imamat 26:25.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Habakuk 3:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Habakuk 3:5

✕  Sering dikira

Tuhan mengirim penyakit secara membabi buta kepada orang benar dan orang jahat.

✓  Yang sebenarnya

Dalam teks ini, itu adalah hukuman atas musuh, bukan umat-Nya.

✕  Sering dikira

Sampar dan demam adalah dewa-dewa kafir yang digambarkan di sini.

✓  Yang sebenarnya

Ini kiasan untuk wabah, bukan dewa; Tuhan memakai segala hal untuk mencapai tujuan-Nya.

Renungan

Renungan Singkat Habakuk 3:5

Ketika kita menghadapi penyakit atau bencana, kita dapat percaya bahwa Allah tidak kehilangan kendali. Dia dapat memakai bahkan hal-hal yang menakutkan untuk menyatakan kuasa dan tujuan-Nya.

Ya Allah, saat aku menghadapi ketakutan akan penyakit, ingatkan aku bahwa Engkau berdaulat atas segala sesuatu, bahkan wabah. Amin.