Berdiri dengan Malu di Hadapan Allah
Ezra 9:15
Doa Pengakuan Ezra
PerikopPerkawinan dengan Orang Bukan Yahudi · Ezra 9:1-15 →“Ya TUHAN, Allah Israel, Engkaulah yang benar karena kami dibiarkan hidup saat ini sebagai orang-orang yang terluput. Lihatlah, kami berada di hadapan-Mu dengan kesalahan kami. Seharusnya, tidak ada seorang pun dapat berdiri di hadapan-Mu karena hal ini.””Ezra 9:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ya TUHAN, Allah Israel, Engkau maha benar, sebab kami masih dibiarkan tinggal sebagai orang-orang yang terluput, seperti yang terjadi sekarang ini. Lihatlah, kami menghadap hadirat-Mu dengan kesalahan kami. Bahwasanya, dalam keadaan demikian tidak mungkin orang tahan berdiri di hadapan-Mu."”Ezra 9:15 · TB
Terjemahan Baru
“TUHAN, Allah Israel Engkau adil, meskipun begitu Engkau membiarkan kami hidup. Kami mengakui kesalahan kami kepada-Mu; kami tidak berhak untuk menghadap ke hadirat-Mu."”Ezra 9:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“TUHAN, Allah Israel, Engkau maha benar. Tetapi lihatlah kami: Dari bangsa Israel yang besar, hanya tinggal kami ini yang masih hidup dan ingin mengabdi kepada-Mu. Namun, sekarang pun kami sudah jatuh dalam kenajisan lagi! Tidak ada satu pun dari kami yang layak datang ke hadapan-Mu untuk berdoa meminta pengampunan.””Ezra 9:15 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“O LORD God of Israel, thou art righteous: for we remain yet escaped, as it is this day: behold, we are before thee in our trespasses: for we cannot stand before thee because of this.”Ezra 9:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ezra 9:15?
Dalam ayat ini, Ezra mengakui bahwa Allah itu benar dan adil dalam segala tindakan-Nya. Meskipun bangsa Israel layak dihukum, mereka masih hidup dan menjadi sisa yang terluput. Ezra menyadari bahwa dengan kesalahan mereka, sebenarnya tidak ada seorang pun yang bisa berdiri di hadapan Allah yang kudus, tetapi Allah tetap memberi rahmat.
Latar belakang
Kebenaran Allah di Tengah Runtuhnya Manusia
Ezra mengakui bahwa TUHAN benar dalam menghukum mereka, dan mereka tidak punya pembelaan. Namun, fakta bahwa mereka masih hidup adalah bukti anugerah-Nya.
Di mana
Yerusalem
Di pelataran Bait Allah, sore hari saat kurban petang
Kapan
~458 SM
Era Restorasi
Yang berbicara
Ezra
Imam dan ahli Taurat, kembali ke Yerusalem dari pembuangan
Kepada
TUHAN Allah
Allah Israel yang kudus dan setia
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
צַדִּיק
tsaddiq · benar
Adil, benar dalam segala tindakan-Nya.
יָתַר
yatar · dibiarkan hidup
Tinggal sebagai sisa, luput dari kebinasaan.
אַשְׁמָה
ashmah · kesalahan
Rasa bersalah, tanggung jawab atas pelanggaran.
Allah disebut tsaddiq (benar) dalam menghakimi, namun kita bisa yatar (tersisa) karena kasih karunia. Kita tidak bisa berdiri sendiri, tetapi hanya dengan mengakui ashmah (kesalahan), kita dapat berharap pada belas kasihan-Nya.
Tahukah kamu
Frasa 'Dengan kesalahan kami'
Frasa ini menyiratkan kesadaran penuh bahwa mereka berdiri di hadapan Allah bukan dengan kebenaran mereka sendiri, tetapi dengan pengakuan dosa.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ezra 9:15
Roma 3:19
Semua bersalah di hadapan Allah
“Supaya setiap mulut terkunci dan seluruh dunia menjadi berdosa di hadapan Allah.”
1 Yohanes 1:9
Pengampunan bagi yang mengaku
“Jika kita mengaku dosa kita, Ia adalah setia dan adil untuk mengampuni dosa kita.”
Mazmur 51:4
Pengakuan dosa
“Terhadap Engkau, hanya Engkau, aku telah berdosa dan melakukan apa yang jahat di mata-Mu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ezra 9:15
✕ Sering dikira
Menganggap 'tidak ada seorang pun dapat berdiri' berarti tidak ada harapan sama sekali.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah pengakuan bahwa mereka tidak layak, tetapi itu justru membuka pintu anugerah.
✕ Sering dikira
Menganggap Allah itu kejam karena membiarkan mereka dalam kesalahan.
✓ Yang sebenarnya
Ezra memuji kebenaran Allah dan mengakui keadilan-Nya, bukan mengeluh tentang kekejaman.
Renungan
Renungan Singkat Ezra 9:15
Kita bisa datang kepada Tuhan bukan karena kita baik, tetapi karena anugerah-Nya yang memungkinkan kita berdiri di hadapan-Nya. Ketika kita menyadari betapa besar belas kasihan Allah, kita belajar untuk lebih menghargai pengampunan-Nya dan hidup dengan rendah hati.
Allah yang benar dan adil, kami bersyukur karena Engkau mengizinkan kami berdiri di hadapan-Mu oleh kasih karunia-Mu; mampukan kami hidup sebagai umat-Mu yang setia. Amin.