Pertanyaan Retoris yang Menusuk
Ezra 9:14
Doa Pengakuan Ezra
“Apakah kami akan kembali melanggar perintah-perintah-Mu dan kawin dengan orang-orang yang keji ini? Tidakkah Engkau akan marah kepada kami sehingga menghancurkan kami sampai tidak akan ada lagi orang yang tersisa atau terluput?”Ezra 9:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“masakan kami kembali melanggar perintah-Mu dan kawin-mengawin dengan bangsa-bangsa yang keji ini? Tidakkah Engkau akan murka kepada kami sampai kami habis binasa, sehingga tidak ada yang tinggal hidup atau terluput?”Ezra 9:14 · TB
Terjemahan Baru
“Jadi, bagaimana mungkin kami mengabaikan perintah-perintah-Mu lagi dan kawin campur dengan orang-orang yang jahat itu? Kalau kami melakukannya, pastilah Engkau akan begitu marah sehingga menghancurkan kami sama sekali dan tidak membiarkan seorang pun hidup.”Ezra 9:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Maka, dengan keadaan yang terlanjur seperti sekarang, ya TUHAN, apakah yang dapat kami katakan atau lakukan? Tidak mungkin kami terus saja melanggar perintah-perintah-Mu lagi dengan melakukan kawin campur dengan orang-orang kafir itu! Kalau kami tidak menghentikan kejahatan ini, tentu Engkau akan membinasakan kami sampai tidak tersisa lagi satu pun yang selamat.”Ezra 9:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Should we again break thy commandments, and join in affinity with the people of these abominations? wouldest not thou be angry with us till thou hadst consumed us, so that there should be no remnant nor escaping?”Ezra 9:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ezra 9:14?
Ezra mempertanyakan dengan sangat tajam: setelah Allah menunjukkan belas kasihan yang begitu besar, apakah kita akan berani lagi melanggar perintah-Nya dan menikahi bangsa-bangsa yang keji? Ini adalah pertanyaan yang menggugah kesadaran bahwa menyalahgunakan anugerah Allah adalah sikap yang sangat berbahaya dan bisa mengundang murka-Nya.
Latar belakang
Bahaya Mengulangi Dosa
Ezra bertanya retoris: apakah kita akan berani kembali melanggar perintah Tuhan setelah melihat kasih setia-Nya yang besar? Ia memperingatkan bahwa murka Tuhan akan menghancurkan mereka tanpa sisa.
Di mana
Yerusalem
Di pelataran Bait Allah, sore hari saat kurban petang
Kapan
~458 SM
Era Restorasi
Yang berbicara
Ezra
Imam dan ahli Taurat, kembali ke Yerusalem dari pembuangan
Kepada
TUHAN Allah
Allah Israel yang kudus dan setia
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
פָּרַר
parar · melanggar
Memecah atau membatalkan perintah, melanggar.
אָנַף
anaf · marah
Menjadi marah, sering dipakai untuk murka Allah terhadap dosa.
כָּלָה
kalah · menghancurkan
Menghabiskan, memusnahkan sampai tuntas.
Melanggar (parar) berarti 'memecah' perintah Allah, yang memicu murka-Nya (anaf) dan berujung pada penghancuran total (kalah). Ezra menyadari betapa seriusnya dosa, tapi juga menekankan bahwa anugerah-Nya lebih besar dari murka-Nya.
Tahukah kamu
Pernikahan Campur yang Dimaksud
Larangan menikah dengan bangsa asing di sini bukan soal ras, melainkan soal agama—untuk mencegah penyembahan berhala masuk ke tengah umat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ezra 9:14
Ibrani 10:26
Dosa yang disengaja
“Sebab jika kita sengaja berbuat dosa setelah menerima pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.”
Ulangan 32:21
Murka atas penyembahan berhala
“Mereka membangkitkan cemburu-Ku dengan yang bukan Allah, mereka menyakitkan hati-Ku dengan berhala-berhala mereka.”
2 Petrus 2:20
Kembali ke dosa
“Karena jika mereka telah terlepas dari kekotoran dunia dan kembali terlibat di dalamnya, akhirnya lebih buruk bagi mereka.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ezra 9:14
✕ Sering dikira
'Menghancurkan sampai tidak tersisa' dianggap sebagai ancaman langsung tanpa kasih.
✓ Yang sebenarnya
Ezra sedang memohon belas kasihan, bukan mengumumkan hukuman pasti.
✕ Sering dikira
Pernikahan dengan orang asing dianggap dosa rasial.
✓ Yang sebenarnya
Larangan itu berfokus pada menjaga iman, bukan superioritas ras.
Renungan
Renungan Singkat Ezra 9:14
Jangan pernah menganggap remeh pengampunan Tuhan sebagai izin untuk terus berbuat dosa. Kesadaran akan harga pengampunan seharusnya mendorong kita untuk hidup kudus dan menghindari kompromi yang menyinggung Allah.
Ya Tuhan, jauhkan kami dari pikiran untuk menyalahgunakan anugerah-Mu; tolong kami menjaga kekudusan hidup sebagai respons atas kasih-Mu yang besar. Amin.