Mengakui dosa leluhur
Ezra 5:12
Membangun di Tengah Tekanan
PerikopIzin Pembangunan Bait TUHAN Ditinjau · Ezra 5:1-17 →“Namun, karena nenek moyang kami membangkitkan kemarahan Allah semesta langit, Dia menyerahkan mereka ke tangan Nebukadnezar, raja Babel, orang Kasdim, yang menghancurkan bait ini dan membuang bangsa itu ke Babel.”Ezra 5:12 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi sesudah nenek moyang kami membangkitkan murka Allah semesta langit, mereka diserahkan-Nya ke dalam tangan Nebukadnezar, raja negeri Babel, orang Kasdim, yang merusak rumah itu dan mengangkut bangsa itu sebagai tawanan ke negeri Babel.”Ezra 5:12 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi karena para leluhur kami telah menimbulkan kemarahan Allah penguasa di surga, maka Ia menyerahkan mereka kepada kekuasaan Nebukadnezar, raja Babel dari keturunan Kasdim. Ia menghancurkan Rumah itu dan mengangkut bangsa kami ke Babel.”Ezra 5:12 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi, karena perbuatan nenek moyang kami sudah menimbulkan kemarahan Allah Penguasa surga, maka Dia menyerahkan mereka kepada kekuasaan Nebukadnezar, yaitu orang Kasdim yang menjadi raja Babel. Nebukadnezar membongkar dan menghancurkan rumah Allah kami lalu mengangkut bangsa kami sebagai tawanan ke negaranya.”Ezra 5:12 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But after that our fathers had provoked the God of heaven unto wrath, he gave them into the hand of Nebuchadnezzar the king of Babylon, the Chaldean, who destroyed this house, and carried the people away into Babylon.”Ezra 5:12 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ezra 5:12?
Mereka menjelaskan bahwa karena nenek moyang mereka membangkitkan murka Allah, Allah menyerahkan mereka ke tangan Nebukadnezar yang menghancurkan Bait Allah dan membawa mereka ke pembuangan. Ini adalah pengakuan akan kesalahan masa lalu.
Latar belakang
Dosa yang menyebabkan kehancuran
Para tua-tua mengakui bahwa kehancuran bait suci dan pembuangan terjadi karena nenek moyang mereka membangkitkan murka Allah. Ini adalah pengakuan jujur atas sejarah, sambil menegaskan bahwa pembangunan ini adalah pemulihan.
Di mana
Yerusalem
Di reruntuhan Bait Allah yang sedang dipugar
Kapan
~520 SM
Pemulihan
Yang berbicara
Para tua-tua Yahudi
Pemimpin komunitas yang jujur akan sejarah bangsanya
Kepada
Tatnai dan rombongan
Pejabat Persia yang mendengarkan secara administratif
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רָגַז
ragaz · membangkitkan
mengguncang, membuat gemetar, membangkitkan kemarahan
אַף
af · murka
hidung, kemarahan, murka
סָתַר
satar · menghancurkan
meruntuhkan, menghancurkan total
Kata 'ragaz' berarti mengguncang keras, dan 'af' secara harfiah 'hidung' (mendengus), menunjukkan murka Allah sebagai respons terhadap dosa yang sangat provokatif.
Tahukah kamu
Nebukadnezar dan Bait Allah
Nebukadnezar dikatakan menghancurkan bait dan membawa banyak perlengkapan ke Babel, tetapi menurut sejarah, dia juga membawa orang-orang buangan—ini sesuai dengan arkeologi yang menemukan prasasti Babel tentang pembuangan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ezra 5:12
2 Tawarikh 36:17
Kehancuran bait
“Ia menyuruh raja orang Kasdim itu datang kepada mereka, yang membunuh teruna mereka dengan pedang dalam rumah tempat kudus mereka.”
Ulangan 29:25
Akibat melanggar
“Maka orang akan berkata: 'Sebab mereka meninggalkan perjanjian TUHAN, Allah nenek moyang mereka.'”
Yeremia 25:9
Nebukadnezar sebagai alat
“Aku akan memanggil semua kaum di utara dan Nebukadnezar raja Babel, hamba-Ku itu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ezra 5:12
✕ Sering dikira
Menganggap kemarahan Allah adalah emosi yang tidak terkendali atau tanpa sebab.
✓ Yang sebenarnya
Kemarahan ini adalah respons yang adil terhadap pengkhianatan perjanjian, bukan luapan emosi.
✕ Sering dikira
Menyimpulkan bahwa kehancuran Bait Allah berarti Allah kalah oleh dewa Babel.
✓ Yang sebenarnya
Alkitab menyatakan bahwa justru Allah yang mengizinkan kehancuran sebagai hukuman, sekaligus memakai raja non-Israel.
Renungan
Renungan Singkat Ezra 5:12
Mengakui kesalahan dan akibatnya adalah langkah penting untuk pemulihan. Kita tidak perlu menyembunyikan masa lalu, tetapi belajar darinya dan melanjutkan hidup dengan penuh penyesalan dan harapan.
Tuhan, ampuni aku atas kesalahan masa laluku dan pulihkan aku untuk terus melayani-Mu. Amin.