Kurban Rutin dan Sukarela
Ezra 3:5
Membangun Kembali Mezbah
“Setelah itu, mereka mempersembahkan kurban bakaran secara tetap, baik pada bulan baru, maupun pada semua hari raya yang telah TUHAN kuduskan, dan kurban dari setiap orang yang mempersembahkan persembahan sukarela kepada TUHAN.”Ezra 3:5 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan sejak itu diadakanlah korban bakaran yang tetap, juga korban bakaran pada bulan baru dan pada setiap hari raya yang kudus bagi TUHAN, dan setiap kali orang mempersembahkan persembahan sukarela kepada TUHAN. Ezra 3.6–9 11”Ezra 3:5 · TB
Terjemahan Baru
“Selain itu mereka secara teratur mempersembahkan kurban bakaran serta kurban pada Hari Raya Bulan Baru, dan pada semua hari raya lain yang diadakan untuk menyembah TUHAN. Mereka juga mempersembahkan persembahan sukarela kepada TUHAN.”Ezra 3:5 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sejak hari pertama bulan ketujuh itu, mereka sudah mulai mempersembahkan kurban secara rutin— baik kurban yang dibakar habis yang tetap, kurban yang dibakar habis pada bulan baru dan pada setiap hari raya TUHAN yang kudus, maupun persembahan sukarela dari setiap orang kepada TUHAN— meskipun pondasi rumah TUHAN belum mulai dibuat.”Ezra 3:5 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And afterward offered the continual burnt offering, both of the new moons, and of all the set feasts of the LORD that were consecrated, and of every one that willingly offered a freewill offering unto the LORD.”Ezra 3:5 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ezra 3:5?
Mereka melanjutkan persembahan kurban bakaran secara tetap, termasuk pada hari-hari raya dan persembahan sukarela. Ini menggambarkan kesungguhan dan keteraturan ibadah mereka kepada Tuhan setelah kembali dari pembuangan.
Latar belakang
Kurban Tetap dan Sukarela
Setelah hari raya, mereka melanjutkan persembahan kurban bakaran secara tetap, termasuk pada bulan baru dan hari raya kudus. Selain itu, orang-orang membawa persembahan sukarela, menunjukkan kemurahan hati mereka.
Di mana
Yerusalem
Di dekat mezbah yang baru dibangun
Kapan
~538 SM
Restorasi setelah pembuangan
Yang berbicara
Penulis Ezra
Imam dan ahli Taurat, pemimpin spiritual
Kepada
Pembaca Kitab Ezra
Komunitas Israel pasca-pembuangan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
תָּמִיד
tamid · tetap
Terus-menerus atau rutin, sering dipakai untuk kurban harian yang tidak terputus.
חֹדֶשׁ
chodesh · bulan baru
Bulan baru, hari pertama bulan dalam kalender Ibrani, ditandai dengan perayaan.
נְדָבָה
nedavah · sukarela
Persembahan yang diberikan dengan sukarela, tidak wajib, sebagai ungkapan kasih.
Tamid menunjukkan kesetiaan yang tidak putus, chodesh menandai siklus waktu yang dikuduskan, dan nedavah mengungkapkan kerelaan hati. Ibadah sejati menggabungkan rutin dan spontanitas.
Tahukah kamu
Bulan baru dalam kalender Ibrani
Bulan baru (Rosh Chodesh) ditandai dengan peniupan trompet dan kurban tambahan, seperti dicatat dalam Bilangan 10:10.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ezra 3:5
Bilangan 28:3
Kurban harian
“Katakanlah kepada mereka: Inilah korban api-apian yang harus kamu persembahkan kepada TUHAN: dua ekor domba berumur setahun yang tidak bercela setiap hari sebagai korban bakaran yang tetap.”
Imamat 23:4
Hari raya kudus
“Itulah hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN, hari-hari pertemuan kudus, yang harus kamu maklumkan masing-masing pada waktu yang ditetapkan.”
Mazmur 51:18-19
Sikap hati
“Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan... Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ezra 3:5
✕ Sering dikira
Menganggap persembahan sukarela hanya untuk orang kaya, padahal semua orang bisa memberi sesuai kerelaan.
✓ Yang sebenarnya
Sukarela menekankan motivasi hati, bukan jumlah.
✕ Sering dikira
Mengira kurban tetap hanya dilakukan di Bait, padahal saat itu Bait belum dibangun, hanya mezbah.
✓ Yang sebenarnya
Mereka mempersembahkan di mezbah sementara.
Renungan
Renungan Singkat Ezra 3:5
Ibadah yang berkelanjutan dan sukarela adalah tanda hati yang mengasihi Tuhan. Jadikan ibadah sebagai gaya hidup, bukan sekadar rutinitas.
Tuhan, jadikan ibadahku menyenangkan hati-Mu, baik yang teratur maupun yang spontan. Amin.