Sorak dan Tangis Bercampur
Ezra 3:13
Meletakkan Fondasi Bait Suci
“Orang-orang tidak dapat membedakan antara sorak-sorai sukacita dan suara tangisan umat, sebab orang-orang bersorak-sorai dengan suara nyaring dan suaranya terdengar sampai jauh.”Ezra 3:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Orang tidak dapat lagi membedakan mana bunyi sorak-sorai kegirangan dan mana bunyi tangis rakyat, karena rakyat bersorak-sorai dengan suara yang nyaring, sehingga bunyinya kedengaran sampai jauh.”Ezra 3:13 · TB
Terjemahan Baru
“sehingga tak dapat dibedakan lagi antara sorak kegirangan dan tangis. Bunyinya begitu nyaring, sehingga terdengar sampai jauh.”Ezra 3:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Saat itu, sulit membedakan antara suara teriakan sukacita atau suara tangisan, sebab bunyinya begitu nyaring. Suara mereka terdengar sampai jauh.”Ezra 3:13 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“So that the people could not discern the noise of the shout of joy from the noise of the weeping of the people: for the people shouted with a loud shout, and the noise was heard afar off.”Ezra 3:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ezra 3:13?
Ayat ini menggambarkan suasana campur aduk saat fondasi Bait Allah diletakkan. Banyak orang bersorak sorai karena sukacita, tetapi para tua-tua yang ingat kemuliaan Bait Salomo menangis keras. Suara mereka bercampur menjadi satu, tidak bisa dibedakan. Ini menunjukkan bahwa di hadapan Allah, sukacita dan duka bisa hadir bersamaan.
Latar belakang
Perayaan yang Bercampur Aduk
Saat fondasi Bait Suci yang baru diletakkan, terjadi perayaan besar. Namun, para tua-tua yang masih ingat kemegahan Bait Salomo menangis keras, sementara generasi muda bersorak sorai. Suara tangis dan sorak bercampur sehingga tidak jelas lagi mana yang mana.
Di mana
Yerusalem
Di area Bait Suci, dekat fondasi yang baru
Kapan
~536 SM
Pasca-pembuangan Babel
Yang berbicara
Penulis kitab Ezra
Sejarawan dan imam, ~450 SM
Kepada
Pembaca kitab Ezra
Umat Israel pasca-pembuangan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מַכִּיר
makir · membedakan
mengenali, mengerti, bisa membedakan
תְּרוּעָה
teruah · sorak-sorai
teriakan nyaring, bunyi trompet, pekikan sukacita atau perang
בְּכִי
bekhi · tangisan
ratapan, tangisan keras, kesedihan yang mendalam
Kata 'membedakan' (makir) menunjukkan ketidakmampuan indera untuk memisahkan dua suara yang berlawanan. 'Teruah' dan 'bekhi' mewakili dua emosi ekstrem—sukacita dan duka—yang dalam realita sering tidak bisa dipisahkan dengan mudah.
Tahukah kamu
Tradisi Menangis
Dalam tradisi Yahudi, peristiwa ini diperingati setiap tahun pada tanggal 9 Av (bulan Ibrani) sebagai hari berkabung, karena Bait Suci dihancurkan. Campuran tangis dan sorak ini menjadi gambaran pergumulan antara sukacita pemulihan dan duka atas kehilangan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ezra 3:13
Yesaya 35:10
Kontras sukacita dan duka
“Orang-orang yang ditebus TUHAN akan kembali dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedangkan kegembiraan akan datang meliputi mereka; duka dan keluh kesah akan lenyap.”
Mazmur 126:5-6
Tangis dan sorak
“Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju sambil menangis sambil membawa benih, akan pulang dengan bersorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.”
Yohanes 16:20
Duka dan sukacita
“Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bersukacita; kamu akan berdukacita, tetapi kamu akan bertemu dengan sukacita.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ezra 3:13
✕ Sering dikira
Menganggap bahwa orang yang menangis adalah mereka yang tidak percaya pada pemulihan, sedangkan yang bersorak adalah yang percaya.
✓ Yang sebenarnya
Yang menangis adalah para tua-tua yang ingat Bait Suci yang lama, dan tangisan mereka adalah wujud duka atas kemuliaan yang hilang, bukan kurang iman. Yang bersorak merayakan karya Tuhan yang baru, keduanya sah.
✕ Sering dikira
Mengira 'tidak dapat membedakan' berarti suasana kacau atau Tuhan tidak hadir.
✓ Yang sebenarnya
Justru ini menunjukkan kedahsyatan momen itu: dua reaksi yang wajar dan manusiawi, keduanya ekspresi iman, dan Tuhan hadir dalam kedua emosi itu.
Renungan
Renungan Singkat Ezra 3:13
Saat kita mengalami momen penting, mungkin ada perasaan campur aduk—sukacita dan kesedihan. Kita bisa belajar bahwa Allah menerima keduanya, tidak perlu memaksakan diri untuk selalu merasa bahagia. Yang penting, hati kita jujur di hadapan-Nya dan sesama.
Tuhan, ajar aku untuk membawa sukacita dan dukacitaku kepada-Mu, percaya bahwa Engkau memahami dan menyertai setiap musim hidupku. Amin.