Salum dan Lainnya
Ezra 10:42
Pemisahan dari Istri Asing
“Salum, Amarya, dan Yusuf.”Ezra 10:42 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Salum, Amarya dan Yusuf.”Ezra 10:42 · TB
Terjemahan Baru
“(10:38)”Ezra 10:42 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“(10:34)”Ezra 10:42 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Shallum, Amariah, and Joseph.”Ezra 10:42 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ezra 10:42?
Ayat ini menyebutkan Salum, Amarya, dan Yusuf sebagai bagian dari mereka yang menikahi perempuan asing, melengkapi daftar dari keturunan Nebo yang berdosa dalam hal ini.
Latar belakang
Penutup daftar Binui
Ayat ini menutup daftar dari keturunan Binui dengan nama Salum, Amarya, dan Yusuf. Daftar ini menunjukkan keseluruhan proses yang teliti dan tuntas.
Di mana
Yerusalem
Halaman Bait Allah, musim hujan, bulan kesembilan
Kapan
~458 SM
Pemulihan pasca-pembuangan
Yang berbicara
Penulis
Kronikus pasca-pembuangan, ~400 SM
Kepada
Pembaca Alkitab
Komunitas yang mencari hikmah masa lampau
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שַׁלּוּם
Shallum · Salum
Dari akar 'shalem' (utuh, damai), artinya 'ganti rugi' atau 'damai'.
אֲמַרְיָה
Amaryah · Amarya
Berarti 'TUHAN berfirman' atau 'janji TUHAN'.
יוֹסֵף
Yoseph · Yusuf
Berarti 'dia menambah' atau 'TUHAN menambah'.
Nama-nama ini menggambarkan harapan akan pemulihan dan damai sejahtera, sejalan dengan tujuan pemurnian.
Tahukah kamu
Nama Yusuf yang populer
Nama Yusuf adalah salah satu nama paling umum dalam Alkitab, dan digunakan untuk banyak tokoh yang berbeda.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ezra 10:42
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ezra 10:42
✕ Sering dikira
Nama-nama ini tidak perlu dihafal.
✓ Yang sebenarnya
Setiap nama mewakili kisah nyata dan keputusan penting dalam sejarah keselamatan.
✕ Sering dikira
Mereka dihukum karena menikahi perempuan asing.
✓ Yang sebenarnya
Mereka dipulihkan setelah melakukan tindakan yang menyakitkan namun perlu untuk menjaga kekudusan umat.
Renungan
Renungan Singkat Ezra 10:42
Setiap nama dalam daftar ini mewakili kisah nyata dan perjuangan. Ini mengingatkan kita bahwa Allah peduli pada setiap individu, dan Dia memberikan kesempatan untuk bertobat dan dipulihkan, sebagaimana yang dilakukan oleh umat-Nya saat itu.
Tuhan, terima kasih karena Engkau selalu memberikan kesempatan untuk bertobat. Tolong aku untuk tidak menyia-nyiakan kasih karunia-Mu dan hidup dalam ketaatan. Amin.