Mimpi yang menakutkan

Daniel 4:5

Mimpi Raja Nebukadnezar

Aku mendapat mimpi yang membuatku takut, dan khayalan di tempat tidurku serta penglihatan-penglihatan dalam pikiranku menyusahkan aku.

Daniel 4:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Daniel 4:5?

Nebukadnezar mendapat mimpi yang menakutkan dan membuatnya gelisah. Ia mengakui bahwa mimpi itu mengganggu pikirannya, menunjukkan bahwa bahkan seorang raja yang kuat dapat diguncang oleh ketakutan dari dalam dirinya.

Latar belakang

Mimpi yang meresahkan

Nebukadnezar mengaku bahwa mimpi dan penglihatan yang muncul di tempat tidurnya membuatnya takut dan gelisah. Ini menunjukkan bahwa penguasa terkuat pun bisa dikejutkan oleh hal-hal yang tidak dia pahami.

Di mana

Babel

Di kamar tidur istana

Kapan

~570 SM

Pembuangan ke Babel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Keadaan tenang sebelumnya
Orang bijak tidak bisa menafsirkan
Kamu di sini
N

Yang berbicara

Nebukadnezar

Raja Babel yang perkasa, ~45 tahun

P

Kepada

Pembaca

Orang-orang yang membaca surat ini

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

דְּחַל

dechal · takut

takut, gentar

חֶזְוֵי

chezwei · khayalan

penglihatan, khayalan

בָּהַל

bahal · menyusahkan

mengganggu, menggelisahkan

Kata-kata ini menunjukkan gangguan psikologis yang mendalam; ketakutan itu lebih dari sekadar cemas, itu adalah kegentaran yang melumpuhkan.

Tahukah kamu

Psikologi mimpi kuno

Orang Babel percaya bahwa mimpi adalah pesan dari dewa, dan mimpi buruk sering dianggap sebagai peringatan akan bahaya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Daniel 4:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Daniel 4:5

✕  Sering dikira

Mengira mimpi ini hanya mimpi biasa yang tidak penting.

✓  Yang sebenarnya

Ini mimpi ilahi yang penting, bahkan mengubah seluruh kerajaan.

✕  Sering dikira

Mengira raja takut karena merasa bersalah.

✓  Yang sebenarnya

Takut karena hal yang tidak dikenal, bukan karena kesadaran dosa (belum).

Renungan

Renungan Singkat Daniel 4:5

Ketakutan dan kegelisahan bisa datang kapan saja, bahkan saat kita merasa kuat. Saat itu terjadi, ingatlah untuk membawa kegelisahan kita kepada Tuhan dalam doa, karena Dia peduli dan mampu memberikan ketenangan.

Tuhan, ketika kegelisahan menyerang, peganglah aku dan berikanlah damai sejahtera-Mu yang melampaui akal. Amin.