Amarah terhadap Perjanjian
Daniel 11:30
Penghina Terakhir Perjanjian Kudus
PerikopRaja Negeri Utara dan Raja Negeri Selatan · Daniel 11:2-35 →“Sebab, kapal-kapal orang Kitim akan datang melawannya sehingga hilang semangatnya. Lalu, dia pulang dengan marah terhadap Perjanjian Kudus, dan mengambil tindakan. Dan, setelah pulang, dia akan memberikan perhatian kepada mereka yang melalaikan Perjanjian Kudus.”Daniel 11:30 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“karena akan datang kapal-kapal orang Kitim melawan dia, sehingga hilanglah keberaniannya. Lalu pulanglah ia dengan hati mendendam terhadap Perjanjian Kudus dan ia akan bertindak: setelah pulang kembali, ia akan menujukan perhatiannya kepada mereka yang meninggalkan Perjanjian Kudus.”Daniel 11:30 · TB
Terjemahan Baru
“Sebab orang-orang Roma dengan kapal-kapalnya akan datang dari Siprus dan memerangi dia, sehingga ia menjadi ketakutan. Lalu ia akan pulang dengan marah sekali dan berusaha menghancurkan agama umat Allah. Ia akan mengikuti nasihat mereka yang telah murtad dari agama itu.”Daniel 11:30 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“For the ships of Chittim shall come against him: therefore he shall be grieved, and return, and have indignation against the holy covenant: so shall he do; he shall even return, and have intelligence with them that forsake the holy covenant.”Daniel 11:30 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Daniel 11:30?
Kapal-kapal dari Kitim (kemungkinan merujuk pada kekuatan Romawi/Yunani) akan datang dan membuat raja utara takut. Ia lalu marah terhadap Perjanjian Kudus dan bertindak lebih keras lagi terhadap umat Allah, serta memberikan perhatian kepada mereka yang melalaikan perjanjian. Ini menunjukkan bahwa ketika keadaannya terdesak, orang jahat semakin menunjukkan kebenciannya kepada Allah.
Latar belakang
Pelampiasan pada umat Allah
Setelah mundur karena kapal Kitim, raja utara melampiaskan amarahnya terhadap Perjanjian Kudus, yaitu hukum Taurat dan umat Israel. Ia mengambil tindakan dan memberi perhatian kepada mereka yang meninggalkan perjanjian, mempersiapkan jalan bagi kekejian yang akan datang.
Di mana
Babilonia
Di tepi sungai Tigris, dalam penglihatan
Kapan
~536 SM
Pembuangan
Yang berbicara
Malaikat
Utusan Allah, pemberi wahyu kepada Daniel
Kepada
Daniel
Nabi tua di pembuangan, ~80 tahun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חֵמָה
chemah · marah
Kemarahan yang panas, panas hati
בִּין
bin · perhatian
Memperhatikan, memahami, mempertimbangkan
עָזַב
azav · melalaikan
Meninggalkan, mengabaikan, melepaskan
Kata 'azav' (meninggalkan) menunjukkan pilihan sadar untuk mengabaikan perjanjian. Raja ini mencari orang-orang yang meninggalkan iman, memakai mereka untuk kejahatannya—peringatan akan bahaya kompromi.
Tahukah kamu
Puncak kekejian
Ayat 31 menggambarkan 'kekejian yang membinasakan', yang secara historis adalah mezbah untuk Zeus yang didirikan di Bait Allah pada tahun 168 SM—suatu tindakan yang memicu pemberontakan Makabe.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Daniel 11:30
Daniel 11:32
Kemurtadan akibat tekanan
“Dengan tipu daya dia akan membuat murtad orang-orang yang berbuat jahat terhadap perjanjian.”
Matius 24:15
Nubuat digenapi
“Ketika kamu melihat kekejian yang membinasakan berdiri di tempat kudus.”
Mazmur 11:5
Allah menguji umat
“TUHAN menguji orang benar, tetapi orang jahat dan pencinta kekerasan dibenci-Nya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Daniel 11:30
✕ Sering dikira
Menganggap kemarahan ini hanya kemarahan manusia biasa, bukan kuasa jahat yang diizinkan Allah.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah bagian dari rencana Allah untuk memurnikan umat-Nya, seperti dijelaskan di ayat 35.
✕ Sering dikira
Mengira 'melalaikan perjanjian' hanya soal peraturan agama, bukan soal kesetiaan hati.
✓ Yang sebenarnya
Perjanjian adalah hubungan yang kudus; melalaikannya adalah pengkhianatan rohani yang berdampak besar.
Renungan
Renungan Singkat Daniel 11:30
Ketika kita sedang lemah atau tertekan, kita mungkin tergoda untuk mengompromikan iman. Tetapi justru di saat sulit, kita harus tetap setia dan berpegang teguh pada Tuhan, karena Dia adalah kekuatan kita.
Ya Allah, kuatkanlah iman kami di masa-masa sulit, agar kami tidak goyah dan tetap setia kepada-Mu, apa pun yang terjadi. Amin.