Meja Roti Sajian Ditutup
Bilangan 4:7
Tugas Keluarga Kehat
PerikopTugas Keluarga Kehat · Bilangan 4:1-20 →“Di atas meja roti sajian, mereka harus membentangkan kain biru. Lalu, mereka harus meletakkan piring, cawan, piala, dan kendi untuk persembahan curahan di atas meja itu. Roti sajian harus selalu ada di atas meja itu.”Bilangan 4:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lagipula di atas meja roti sajian mereka harus membentangkan sehelai kain ungu tua, dan di atasnya mereka harus meletakkan pinggan, cawan, piala dan kendi korban curahan; juga roti sajian harus tetap ada di atasnya.”Bilangan 4:7 · TB
Terjemahan Baru
“Mereka harus membentangkan sehelai kain biru di atas meja tempat roti sajian untuk TUHAN, dan di atas meja itu harus mereka letakkan pinggan, baki tempat dupa, baki tempat persembahan, dan kendi untuk persembahan air anggur. Roti sajian harus selalu ada di meja itu.”Bilangan 4:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Selanjutnya, bentangkan sehelai kain biru pada meja roti sajian-Ku. Di atas kain itu, letakkan piring-piring, sendok-sendok untuk dupa, serta mangkuk-mangkuk dan kendi-kendi untuk persembahan air anggur. Roti sajian juga harus tetap ada di meja itu.”Bilangan 4:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And upon the table of shewbread they shall spread a cloth of blue, and put thereon the dishes, and the spoons, and the bowls, and covers to cover withal: and the continual bread shall be thereon:”Bilangan 4:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Bilangan 4:7?
Ayat ini mengatur penataan meja roti sajian saat perkemahan Israel akan berangkat. Harun dan anak-anaknya harus menutupi meja dengan kain biru, meletakkan peralatan sajian di atasnya, dan roti sajian harus tetap ada. Ini menunjukkan bahwa perlengkapan ibadah harus dijaga kekudusannya dan diangkut dengan cara yang telah ditentukan.
Latar belakang
Menyiapkan Meja Roti Sajian untuk Dipindah
Ayat ini memberi instruksi detail bagaimana menutup meja roti sajian dengan kain biru saat perkemahan akan berangkat. Ini bagian dari tugas imam Harun dan anak-anaknya sebelum orang Kehat membawa barang kudus.
Di mana
Gurun Sinai
Di dekat Kemah Suci, saat perkemahan Israel
Kapan
~1440 SM
Perjalanan di padang gurun
Yang berbicara
Penulis kitab Bilangan
Tradisi Yahudi, Musa; narator teks Taurat
Kepada
Umat Israel
Bangsa pilihan Tuhan dalam perjalanan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
תְּכֵלֶת
techelet · kain biru
warna biru keunguan dari siput laut, melambangkan langit dan keilahian
שֻׁלְחָן
shulchan · meja
meja tempat menyajikan roti di hadapan Tuhan
פָּנִים
panim · sajian
berarti 'hadapan', menunjukkan roti yang diletakkan di hadapan Tuhan
Techelet (biru) dan panim (hadapan) mengingatkan bahwa roti sajian bukan sekadar makanan, tapi tanda kehadiran Tuhan yang selalu tersedia bagi umat-Nya.
Tahukah kamu
Roti Sajian Selalu Ada
Roti sajian harus selalu ada di atas meja, bahkan saat dibungkus untuk dipindahkan. Ini simbol kehadiran Tuhan yang terus-menerus.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 4:7
Keluaran 25:30
perintah roti sajian
“Dan di atas meja itu haruslah kausajikan roti sajian di hadapan-Ku selalu.”
Imamat 24:5-9
cara membuat roti
“Ambillah tepung yang terbaik dan bawalah dua belas roti...”
Ibrani 9:2
meja di Kemah
“Sebab ada dipersiapkan suatu kemah, yaitu bagian yang depan... di situ terdapat kaki dian dan meja dengan roti sajian.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Bilangan 4:7
✕ Sering dikira
Kain biru hanya penutup biasa untuk melindungi barang.
✓ Yang sebenarnya
Warna biru (techelet) punya makna simbolis dan hanya dipakai untuk barang paling kudus.
✕ Sering dikira
Roti sajian boleh dibuang setelah ditutup.
✓ Yang sebenarnya
Roti sajian tetap harus ada di atas meja, karena itu bagian dari perintah Tuhan.
Renungan
Renungan Singkat Bilangan 4:7
Seperti meja roti sajian yang selalu berisi roti, kita juga perlu menjaga kehidupan rohani kita agar tetap berisi firman Tuhan, bukan hanya saat nyaman tetapi juga saat harus berpindah atau menghadapi perubahan.
Tuhan, ajari aku untuk selalu menjaga keintiman dengan-Mu, seperti roti sajian yang selalu ada di hadapan-Mu, dalam setiap musim kehidupanku. Amin.