Bilangan 4:7
“Di atas meja roti sajian, mereka harus membentangkan kain biru. Lalu, mereka harus meletakkan piring, cawan, piala, dan kendi untuk persembahan curahan di atas meja itu. Roti sajian harus selalu ada di atas meja itu.”Bilangan 4:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lagipula di atas meja roti sajian mereka harus membentangkan sehelai kain ungu tua, dan di atasnya mereka harus meletakkan pinggan, cawan, piala dan kendi korban curahan; juga roti sajian harus tetap ada di atasnya.”Bilangan 4:7 · TB
Terjemahan Baru
“Mereka harus membentangkan sehelai kain biru di atas meja tempat roti sajian untuk TUHAN, dan di atas meja itu harus mereka letakkan pinggan, baki tempat dupa, baki tempat persembahan, dan kendi untuk persembahan air anggur. Roti sajian harus selalu ada di meja itu.”Bilangan 4:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Selanjutnya, bentangkan sehelai kain biru pada meja roti sajian-Ku. Di atas kain itu, letakkan piring-piring, sendok-sendok untuk dupa, serta mangkuk-mangkuk dan kendi-kendi untuk persembahan air anggur. Roti sajian juga harus tetap ada di meja itu.”Bilangan 4:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And upon the table of shewbread they shall spread a cloth of blue, and put thereon the dishes, and the spoons, and the bowls, and covers to cover withal: and the continual bread shall be thereon:”Bilangan 4:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Bilangan 4:7?
Ayat ini mengatur penataan meja roti sajian saat perkemahan Israel akan berangkat. Harun dan anak-anaknya harus menutupi meja dengan kain biru, meletakkan peralatan sajian di atasnya, dan roti sajian harus tetap ada. Ini menunjukkan bahwa perlengkapan ibadah harus dijaga kekudusannya dan diangkut dengan cara yang telah ditentukan.
Renungan
Renungan Singkat Bilangan 4:7
Seperti meja roti sajian yang selalu berisi roti, kita juga perlu menjaga kehidupan rohani kita agar tetap berisi firman Tuhan, bukan hanya saat nyaman tetapi juga saat harus berpindah atau menghadapi perubahan.
Tuhan, ajari aku untuk selalu menjaga keintiman dengan-Mu, seperti roti sajian yang selalu ada di hadapan-Mu, dalam setiap musim kehidupanku. Amin.