Ringkasan Perayaan
Bilangan 29:39
Pesta Pondok Daun: Aturan Kurban
PerikopHari Raya Pondok Daun · Bilangan 29:12-40 →“Pada hari perayaan, itulah yang kamu persiapkan bagi TUHAN yang telah ditetapkan sebagai kurban bakaran, kurban sajian, persembahan curahan, dan kurban pendamaian, terpisah dari segala nazarmu.””Bilangan 29:39 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Itulah semuanya yang harus kamu olah bagi TUHAN pada hari-hari rayamu sebagai korban-korban bakaranmu, korban-korban sajianmu, korban- korban curahanmu dan korban-korban keselamatanmu, selain dari korban- korban nazarmu dan korban-korban sukarelamu." Bilangan 29.40–30.5 177”Bilangan 29:39 · TB
Terjemahan Baru
“Itulah peraturan-peraturan tentang kurban bakaran, kurban sajian, kurban air anggur, serta kurban perdamaian yang harus kamu persembahkan kepada TUHAN pada perayaan-perayaanmu yang sudah ditentukan. Kurban-kurban itu merupakan tambahan pada kurban-kurban yang kamu persembahkan untuk membayar kaul atau kurban sukarela.”Bilangan 29:39 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Itulah kurban-kurban yang akan kalian persembahkan kepada-Ku pada hari-hari raya. Semua persembahan itu terpisah dari kurban lainnya, seperti kurban untuk memenuhi janji, kurban sukarela, kurban yang dibakar habis, kurban tanda damai, dan persembahan curahan dan gandum-ganduman.””Bilangan 29:39 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“These things ye shall do unto the LORD in your set feasts, beside your vows, and your freewill offerings, for your burnt offerings, and for your meat offerings, and for your drink offerings, and for your peace offerings.”Bilangan 29:39 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Bilangan 29:39?
Ayat ini merangkum bahwa semua persembahan pada hari-hari raya adalah di samping nazar dan persembahan sukarela. Ini menegaskan bahwa ibadah yang diwajibkan tidak menggantikan komitmen pribadi; keduanya berjalan bersama dalam hidup orang percaya.
Latar belakang
Kurban Wajib vs. Nazar Pribadi
Ayat ini menegaskan bahwa semua kurban yang telah diatur adalah kewajiban tetap bagi umat, terpisah dari nazar atau persembahan sukarela yang mungkin mereka buat. Ini mengajarkan prioritas: ketaatan kepada perintah Tuhan lebih utama daripada inisiatif pribadi.
Di mana
Dataran Moab
Di perkemahan, di tepi Sungai Yordan
Kapan
~1400 SM
Perjalanan di Padang Gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, ~120 tahun
Kepada
Umat Israel
Bangsa pilihan Tuhan, baru keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נֶדֶר
neder · nazarmu
janji sukarela kepada Allah
עֹלָה
olah · kurban bakaran
persembahan yang dibakar habis
שְׁלָמִים
shelamim · kurban pendamaian
persembahan yang memulihkan hubungan
Nazar adalah sukarela, tetapi kurban bakaran dan pendamaian adalah kewajiban. Keduanya sama-sama penting, tetapi kewajiban tidak boleh diabaikan demi yang sukarela.
Tahukah kamu
Nazar dan kurban sukarela
Nazar adalah janji khusus kepada Tuhan, sering kali untuk mempersembahkan sesuatu sebagai ucapan syukur atau permohonan, dan tidak menggantikan kurban reguler.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 29:39
Ulangan 12:6
nazar dan korban
“Ke sanalah harus kamu bawa korban bakaranmu dan korban sembelihanmu, persembahan persepuluhanmu dan persembahan khususmu, korban nazarmu dan korban sukarelamu”
Mazmur 50:14
nazar dibayar
“Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah, dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi!”
Matius 5:23-24
prioritas hubungan
“Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Bilangan 29:39
✕ Sering dikira
Nazar lebih penting daripada kurban wajib.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini justru menegaskan kurban wajib harus dilakukan, dan nazar adalah tambahan.
✕ Sering dikira
Semua kurban ini hanya untuk hari raya tertentu.
✓ Yang sebenarnya
Kurban bakaran tetap dan kurban pendamaian adalah bagian dari ibadah harian, tidak hanya hari raya.
Renungan
Renungan Singkat Bilangan 29:39
Tuhan tidak hanya ingin kita melakukan kewajiban, tetapi juga memberi dengan sukarela dan penuh kasih. Jangan jadikan kewajiban sebagai batas; biarkan hati kita tergerak untuk memberi lebih dari yang diminta. Refleksikan: apakah ada area hidup yang bisa kita berikan lebih kepada Tuhan dan sesama?
Tuhan, jadikan aku pribadi yang tidak hanya menunaikan kewajiban, tetapi juga bermurah hati dalam memberi, sebagai ungkapan syukur atas kasih-Mu. Amin.