Para Perempuan Berani Maju
Bilangan 27:1
Hak Waris Perempuan dan Suksesi Kepemimpinan
“Mendekatlah anak-anak perempuan Zelafehad, anak Hefer, anak Gilead, anak Makhir, anak Manasye, anak Yusuf. Nama-nama anak itu adalah Mahla, Noa, Hogla, Milka, dan Tirza.”Bilangan 27:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian mendekatlah anak- anak perempuan Zelafehad bin Hefer bin Gilead bin Makhir bin Manasye dari kaum Manasye bin Yusuf--nama anak-anaknya itu adalah: Mahla, Noa, Hogla, Milka dan Tirza--”Bilangan 27:1 · TB
Terjemahan Baru
“Zelafehad mempunyai lima anak perempuan, yaitu Mahla, Noa, Hogla, Milka dan Tirza. Ayah Zelafehad adalah Hefer, ayah Hefer adalah Gilead. Ayah Gilead adalah Makhir, ayah Makhir adalah Manasye, dan ayah Manasye adalah Yusuf.”Bilangan 27:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu mendekatlah kelima anak perempuan Zelafehad. Nama-nama mereka adalah Mahla, Noa, Hogla, Milka, dan Tirza. Garis keturunan mereka adalah Yusuf, Manasye, Makir, Gilead, Hefer, dan Zelafehad.”Bilangan 27:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then came the daughters of Zelophehad, the son of Hepher, the son of Gilead, the son of Machir, the son of Manasseh, of the families of Manasseh the son of Joseph: and these are the names of his daughters; Mahlah, Noah, and Hoglah, and Milcah, and Tirzah.”Bilangan 27:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Bilangan 27:1?
Ayat ini memperkenalkan lima anak perempuan Zelafehad dari suku Manasye. Mereka berani tampil ke depan untuk memperjuangkan hak waris, karena ayah mereka meninggal tanpa anak laki-laki. Ini menunjukkan keberanian dan iman mereka dalam memperjuangkan keadilan.
Latar belakang
Lima Anak Perempuan Menuntut Hak Waris
Setelah sensus kedua, anak-anak perempuan Zelafehad maju ke depan Musa dan para pemimpin. Mereka meminta warisan untuk ayah yang meninggal tanpa anak laki-laki, agar nama ayahnya tidak hilang. Tindakan ini menantang adat waris yang baru.
Di mana
Dataran Moab
Di tepi Sungai Yordan, dekat kota Yerikho
Kapan
sekitar 1406 SM
Akhir pengembaraan di padang gurun
Yang berbicara
Penulis Bilangan
Tradisi menunjuk Musa sebagai penulis, disunting kemudian.
Kepada
Pembaca Alkitab
Orang yang ingin memahami kisah Israel.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
תִּקְרַבְנָה
tiqravnah · mendekatlah
berani mendekat, biasanya untuk mengajukan permohonan resmi
בְּנוֹת
benot · anak-anak perempuan
anak-anak perempuan yang berstatus sebagai anak sah
צְלָפְחָד
Tselofchad · Zelafehad
nama yang artinya 'naungan dari rasa takut' atau 'bayangan'
Kata 'mendekatlah' menunjukkan ketegasan; mereka bukan sekadar bertanya, tetapi menuntut hak di hadapan otoritas. Pengulangan silsilah menegaskan keabsahan klaim mereka.
Tahukah kamu
Nama-nama Perempuan Disebut
Dalam budaya kuno yang patriarkal, sangat jarang perempuan disebut namanya dalam catatan resmi. Di sini kelima nama mereka dicatat dengan rinci.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 27:1
Ulangan 25:5-10
kesamaan tema
“Hukum levirat tentang perkawinan ipar untuk mempertahankan nama orang yang mati.”
Yosua 17:3-4
kepenuhan janji
“Keturunan perempuan Zelafehad menerima warisan sesuai perintah TUHAN.”
Mazmur 68:6
perhatian pada yang lemah
“Allah memberi tempat tinggal bagi orang-orang sebatang kara.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Bilangan 27:1
✕ Sering dikira
Mereka meminta warisan karena serakah atau ingin melawan otoritas.
✓ Yang sebenarnya
Mereka berjuang untuk keadilan dan kelanjutan nama ayah mereka, bukan karena keserakahan.
✕ Sering dikira
Ini hanya aturan waris biasa yang tidak penting.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini menjadi tonggak penting dalam sejarah hukum waris dan keadilan gender.
Renungan
Renungan Singkat Bilangan 27:1
Kita bisa belajar dari keberanian para perempuan ini untuk tidak diam saat menghadapi ketidakadilan. Dalam hidup sehari-hari, kita pun dipanggil untuk memperjuangkan hak-hak yang benar, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
Tuhan, berikanlah kami keberanian seperti anak-anak Zelafehad untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan dalam hidup kami. Amin.