Keluarga suku Asyer

Bilangan 26:44

Sensus Generasi Baru Israel

Inilah keluarga dari suku Asyer: Yimna, keluarga Yimna; Yiswi, keluarga Yiswi; Beria, keluarga Beria.

Bilangan 26:44 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Bilangan 26:44?

Bilangan 26:44 memperkenalkan keluarga dari suku Asyer, yaitu Yimna, Yiswi, dan Beria. Ini adalah bagian dari sensus yang mencatat keturunan Yakub untuk pembagian warisan di Tanah Perjanjian. Ayat ini menekankan pentingnya silsilah dan identitas dalam komunitas umat Allah.

Latar belakang

Keluarga Asyer

Suku Asyer terdiri dari keluarga Yimna, Yiswi, dan Beria. Ayat ini memperkenalkan ketiga klan utama yang akan mewarisi tanah mereka.

Di mana

Dataran Moab

Di perkemahan, menjelang masuk Kanaan

Kapan

~1406 SM

Akhir pengembaraan di padang gurun

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Tulah selesai
Pembagian Tanah Kanaan
Kamu di sini
M

Yang berbicara

Musa

Pemimpin Israel, 120 tahun

E

Kepada

Eleazar dan para pemimpin

Imam besar, penerus Harun

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

יִמְנָה

Yimnah · Yimna

Berarti 'kemakmuran' atau 'hari baik'

יִשְׁוִי

Yishvi · Yiswi

Berarti 'sama' atau 'sebanding'

בְּרִיעָה

Beriah · Beria

Mungkin berarti 'dalam bahaya' atau 'jelek'

Nama-nama ini mencerminkan peristiwa atau harapan orang tua; Beria mungkin dinamai karena bahaya saat lahir, mengingatkan bahwa setiap keluarga punya cerita.

Tahukah kamu

Asal nama Asyer

Nama Asyer berarti 'berbahagia' (lihat Kejadian 30:13). Pemilihan nama ini mungkin karena Leah merasa bahagia saat melahirkan anaknya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 26:44

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Bilangan 26:44

✕  Sering dikira

Yimna adalah nama laki-laki.

✓  Yang sebenarnya

Bisa juga nama perempuan, karena beberapa versi menganggapnya anak perempuan.

✕  Sering dikira

Beria adalah nama orang yang jahat.

✓  Yang sebenarnya

Nama tidak menentukan karakter; bisa bermakna lain.

Renungan

Renungan Singkat Bilangan 26:44

Seperti halnya suku Asyer memiliki hak waris, kita juga memiliki warisan rohani sebagai anak-anak Allah. Kita dapat hidup dengan keyakinan bahwa kita memiliki tempat dan bagian dalam keluarga Allah, serta panggilan untuk menghidupi iman kita dengan bertanggung jawab.

Tuhan, aku bersyukur karena Engkau memberiku tempat dalam keluarga-Mu; mampukan aku untuk menghargai dan menjalankan panggilanku dengan setia. Amin.