Laporan Utusan kepada Balak

Bilangan 22:14

Utusan Kembali dengan Kabar

PerikopBileam dan Raja Moab · Bilangan 22:1-20 →
“Para pemimpin Moab itu kembali kepada Balak dan berkata, “Bileam menolak untuk datang bersama kami.””

Bilangan 22:14 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Bilangan 22:14?

Para pemimpin Moab kembali kepada Balak dan melaporkan bahwa Bileam menolak ikut. Ini menunjukkan bahwa Bileam pada awalnya menolak tawaran Balak, tetapi Balak tidak menyerah dan mengirim utusan lagi.

Latar belakang

Kabar Penolakan

Para utusan kembali ke Balak dan menyampaikan bahwa Bileam tidak datang. Balak kecewa dan berpikir Bileam menolak karena imbalan yang kurang.

Di mana

Moab

Di istana Balak

Kapan

~1406 SM

Perjalanan ke Tanah Perjanjian

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Bileam menolak permintaan
Balak mengirim utusan kedua
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Para pemimpin Moab

utusan yang diutus Balak, kembali membawa jawaban

B

Kepada

Balak

raja Moab, anak Zipor

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מָאֵן

ma'en · menolak

menolak dengan tegas; tidak mau melakukan sesuatu.

בּוֹא

bo · datang

masuk atau tiba; menunjukkan tindakan hadir.

עִם

im · bersama kami

dengan kami; menyatakan kebersamaan atau persetujuan.

Kata 'menolak' dan 'datang' menyoroti bahwa Bileam tidak mau hadir, tetapi Balak menganggap ini sebagai masalah penawaran, bukan kehendak Allah.

Tahukah kamu

Balak tidak menyerah

Balak mengirim utusan kedua dengan jumlah lebih banyak dan terhormat, menunjukkan kegigihannya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 22:14

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Bilangan 22:14

✕  Sering dikira

Mengira Bileam menolak karena uang kurang.

✓  Yang sebenarnya

Ayat 13 menunjukkan penolakan karena firman TUHAN, bukan karena uang.

✕  Sering dikira

Mengira utusan berbicara kepada Bileam lagi.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini hanya laporan kepada Balak, bukan percakapan baru.

Renungan

Renungan Singkat Bilangan 22:14

Terkadang orang tidak menerima penolakan dan terus mencoba membujuk kita. Kita perlu tetap teguh pada keputusan yang benar, meskipun ada tekanan untuk mengubahnya.

Ya Tuhan, berikan aku keteguhan hati untuk tidak goyah saat menghadapi bujukan yang bertentangan dengan kehendak-Mu. Amin.