Api TUHAN membakar perkemahan

Bilangan 11:1

Keluhan dan Manna

Bangsa itu menjadi jahat dengan mulai mengeluh di hadapan TUHAN. Ketika TUHAN mendengar itu, kemarahan-Nya pun berkobar, dan api TUHAN menyala di antara mereka dan membakar tepi perkemahan.

Bilangan 11:1 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Bilangan 11:1?

Ayat ini menunjukkan bahwa bangsa Israel bersungut-sungut di hadapan Tuhan, dan Tuhan menanggapinya dengan murka. Api Tuhan membakar tepi perkemahan, sebuah peringatan yang tegas bahwa ketidakpercayaan dan keluhan tidak menyenangkan hati Tuhan.

Latar belakang

Api TUHAN menyambar

Bangsa Israel mulai bersungut-sungut tentang kesulitan hidup, dan Tuhan marah. Api dari hadirat TUHAN menyala dan membakar bagian luar perkemahan sebagai peringatan.

Di mana

Padang Gurun Sinai

Di tepi perkemahan Israel, dekat Gunung Sinai

Kapan

~1440 SM

Pengembaraan di padang gurun

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Keluar dari Mesir
Masuk ke Kanaan
Kamu di sini
N

Yang berbicara

Narator

Penulis kitab Bilangan, tradisi Musa.

P

Kepada

Pembaca

Umat Israel dan generasi setelahnya

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אָנַן

anan · mengeluh

bersungut-sungut, menggerutu, menyatakan ketidakpuasan

בָּעַר

ba'ar · menyala

berkobar, membakar, menyala-nyala

אָכַל

akal · membakar

menghabiskan, melahap, memakan habis

Keluhan bukan sekadar ungkapan perasaan, tetapi dianggap sebagai sikap memberontak kepada Allah. Api yang membakar melambangkan murka-Nya yang nyata, dan kata 'membakar' mengingatkan bahwa dosa dapat menghanguskan.

Tahukah kamu

Tabera, artinya 'pembakaran'

Nama tempat ini diambil dari peristiwa api yang menyala, menjadi pengingat akan murka Allah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 11:1

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Bilangan 11:1

✕  Sering dikira

Api ini adalah api biasa yang muncul secara alami.

✓  Yang sebenarnya

Api ini adalah manifestasi langsung dari murka Allah, bukan kebetulan alam.

✕  Sering dikira

Allah marah karena bangsa itu lapar.

✓  Yang sebenarnya

Keluhan mereka muncul setelah manna tersedia; masalahnya adalah sikap tidak bersyukur dan tidak percaya.

Renungan

Renungan Singkat Bilangan 11:1

Saat kita mengeluh tanpa henti tentang keadaan, bisa jadi itu menunjukkan kurangnya kepercayaan kepada Tuhan. Belajarlah untuk membawa kekhawatiran kepada Tuhan dalam doa, bukan dalam keluhan.

Tuhan, ampuni aku jika aku sering mengeluh; ubah keluhanku menjadi doa dan kepercayaan kepada-Mu. Amin.