Mengangkat Kepala Suku Naftali
Bilangan 1:15
Sensus Bangsa Israel
PerikopMusa Menghitung Orang Israel · Bilangan 1:1-54 →“dari suku Naftali -- Ahira, anak Enan.””Bilangan 1:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“dari suku Naftali: Ahira bin Enan."”Bilangan 1:15 · TB
Terjemahan Baru
“(1:5)”Bilangan 1:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“(1:10)”Bilangan 1:15 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Of Naphtali; Ahira the son of Enan.”Bilangan 1:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Bilangan 1:15?
Ayat ini menyebut Ahira bin Enan sebagai wakil dari suku Naftali. Naftali adalah salah satu suku Israel, dan Ahira ditunjuk untuk membantu Musa dan Harun dalam sensus.
Latar belakang
Nama Kepala Suku Naftali
Untuk suku Naftali, Tuhan menunjuk Ahira anak Enan sebagai wakil dalam pencatatan dan sebagai pemimpin pasukan.
Di mana
Gurun Sinai
Di tenda pertemuan
Kapan
~1445 SM
Perjalanan menuju Tanah Perjanjian
Yang berbicara
TUHAN
Allah yang berfirman kepada Musa
Kepada
Musa
Pemimpin Israel, gembala
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נַפְתָּלִי
Naftali · Naftali
Perjuangan yang sengit atau bergumul
אֲחִירָע
Ahira · Ahira
Saudaraku jahat atau saudaraku adalah teman
עֵינָן
Enan · Enan
Dari awan atau mata
Nama-nama ini menyoroti pergumulan yang akhirnya ditolong oleh Allah; Ahira mungkin berarti 'saudara yang jahat' tapi justru melayani, mengingatkan bahwa Allah sanggup memakai siapa saja.
Tahukah kamu
Naftali: Doa dan Berkat
Nama 'Naftali' terkait dengan perjuangan dan doa, dan suku ini belakangan terkenal karena kecepatan dalam pertempuran (Hakim-hakim 4:6).
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 1:15
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Bilangan 1:15
✕ Sering dikira
Mengira Ahira adalah raja atau penguasa.
✓ Yang sebenarnya
Ahira adalah pemimpin militer satu suku, bukan raja.
✕ Sering dikira
Menganggap Naftali tidak diberkati karena namanya 'pergumulan'.
✓ Yang sebenarnya
Nama itu justru mengingatkan kemenangan setelah berdoa.
Renungan
Renungan Singkat Bilangan 1:15
Setiap orang memiliki panggilan dan tugas masing-masing. Kita perlu menghargai peran orang lain dan turut berpartisipasi dalam tanggung jawab bersama.
Bapa, ajar aku untuk menjalankan peranku dengan setia, dan menghargai panggilan orang lain. Amin.