Pahit yang Tak Terhindarkan
Ayub 9:18
Nafas yang Hilang
PerikopTidak Seorang pun Dapat Bertahan di Hadapan Allah · Ayub 9:1-35 →“Dia tidak akan membiarkanku menghela napas, tetapi mengisiku dengan kepahitan.”Ayub 9:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“yang tidak membiarkan aku bernafas, tetapi mengenyangkan aku dengan kepahitan.”Ayub 9:18 · TB
Terjemahan Baru
“Tak dibiarkan-Nya aku menghela napas barang sesaat; bahkan dilimpahi-Nya aku dengan kepahitan yang hebat.”Ayub 9:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“He will not suffer me to take my breath, but filleth me with bitterness.”Ayub 9:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 9:18?
Ayub menggambarkan bahwa Allah tidak mengizinkan dia menarik napas lega, tetapi memenuhi hidupnya dengan kepahitan. Ini menunjukkan penderitaan yang terus-menerus dan tiada henti, tanpa jeda dari kesedihan.
Latar belakang
Terjebak dalam Kepahitan
Ayub merasa Allah telah menghilangkan kesempatannya untuk bernapas lega atau sedih—semua digantikan dengan kepahitan yang menelan. Dia tidak punya ruang untuk emosi selain sakit.
Di mana
Tanah Uz
Duduk di abu, dengan kulit berulat dan penuh kudis
Kapan
~2000 SM (zaman para bapa)
Periode patriarkal
Yang berbicara
Ayub
Orang saleh yang menderita, ~60 tahun, dari Uz
Kepada
Teman-temannya
Elifas, Bildad, dan Zofar yang terus menghakimi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נָתַן
natan · membiarkan
Memberi, mengizinkan
רוּחַ
ruakh · menghela napas
Napas, semangat; di sini: bernapas lega
מְרוֹרִים
merorim · kepahitan
Rasa pahit, empedu
Kata 'ruakh' sering berarti 'roh' atau 'angin'; di sini berarti napas yang tidak dapat diambil. Kombinasi dengan 'merorim' (empedu) menunjukkan bahwa kehidupan Ayub menjadi racun yang menghancurkan semangat hidupnya.
Tahukah kamu
Makna 'menghela napas'
Kata Ibrani untuk 'menghela napas' terkait dengan nada suara; beberapa terjemahan kuno mengartikannya sebagai 'mengambil napas'—penderitaan Ayub bahkan merampas kebutuhan dasarnya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 9:18
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 9:18
✕ Sering dikira
Ayub dikuasai dosa sehingga Allah membuangnya.
✓ Yang sebenarnya
Ayub tetap saleh; kepahitan adalah respons jujur terhadap penderitaan yang dahsyat, bukan bukti dosa.
✕ Sering dikira
Allah menutup mata terhadap penderitaan orang benar.
✓ Yang sebenarnya
Teks ini hanya mengungkapkan pengalaman Ayub; keseluruhan Kitab Ayub menunjukkan Allah tahu dan akhirnya berbicara.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 9:18
Terkadang kita merasa tidak ada jeda dari masalah dan kepahitan memenuhi hari-hari kita. Ayub jujur tentang perasaannya. Kita juga bisa jujur di hadapan Allah, tetapi ingatlah bahwa di dalam Kristus ada pengharapan, dan masalah tidak akan selamanya.
Ya Tuhan, saat aku merasa tidak ada lagi harapan dan hanya kepahitan, ingatkan aku akan kasih-Mu yang tidak pernah berakhir. Amin.