Awan yang Lenyap
Ayub 7:9
Ayub Meratap dalam Penderitaan
“Seperti awan yang memudar, dan lenyap, begitu juga orang yang turun ke dunia orang mati tidak akan naik lagi.”Ayub 7:9 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebagaimana awan lenyap dan melayang hilang, demikian juga orang yang turun ke dalam dunia orang mati tidak akan muncul kembali.”Ayub 7:9 · TB
Terjemahan Baru
“Seperti awan yang meredup lalu menghilang, manusia pun mati, tak akan kembali pulang. Semua orang yang pernah mengenal dia, lupa kepadanya dan tak lagi mengingatnya.”Ayub 7:9 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“As the cloud is consumed and vanisheth away: so he that goeth down to the grave shall come up no more.”Ayub 7:9 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 7:9?
Ayub membandingkan kematian dengan awan yang memudar dan lenyap; orang yang mati tidak akan kembali ke bumi. Ini menekankan keyakinan bahwa tidak ada kebangkitan atau kembalinya orang mati ke kehidupan sebelumnya, sehingga ia merasa kehilangan harapan.
Latar belakang
Kematian Seperti Awan yang Lenyap
Ayub membandingkan kematian dengan awan yang memudar dan lenyap. Orang mati tidak akan kembali ke rumahnya, dan tempat tinggalnya pun tidak mengenalnya lagi.
Di mana
Tanah Us
Di tempat pembuangan abu, tengah hari
Kapan
~2000 SM
Zaman Para Leluhur
Yang berbicara
Ayub
Orang saleh yang menderita, meratap tentang kefanaan.
Kepada
Allah
Allah yang dianggap bertanggung jawab atas keadaan Ayub.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עָנָן
anan · awan
Awan, yang sering menjadi simbol kehadiran ilahi atau kefanaan.
כָּלָה
kalah · memudar
Habis, selesai, atau lenyap.
יָרַד
yarad · turun
Turun, pergi ke bawah.
Anan (awan) dan kalah (memudar) menggambarkan kematian yang cepat dan pasti. 'Yarad' menunjukkan perjalanan ke dunia orang mati yang tidak bisa diputar balik, menekankan keputusasaan Ayub.
Tahukah kamu
Awan dalam Puisi Ibrani
Dalam Alkitab, awan sering melambangkan kehadiran Allah, tetapi di sini Ayub menggunakannya sebagai gambaran kefanaan dan kehilangan yang cepat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 7:9
Mazmur 78:39
Angin tidak kembali
“Ia teringat bahwa mereka itu daging, angin yang berlalu yang tidak kembali.”
Ayub 16:22
Tidak kembali
“Karena tahun-tahun yang terbilang akan datang, dan aku akan pergi pada jalan yang tidak akan kukembali lagi.”
2 Samuel 12:23
Orang mati tidak kembali
“Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikan dia? Aku akan pergi kepadanya, tetapi dia tidak akan kembali kepadaku.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 7:9
✕ Sering dikira
Ayub percaya bahwa orang mati benar-benar tidak ada setelah kematian.
✓ Yang sebenarnya
Ayub fokus pada ketidakmungkinan kembali ke kehidupan dunia, bukan menegaskan ketiadaan total; dalam Perjanjian Lama ada konsep kehidupan setelah mati yang samar.
✕ Sering dikira
Perumpamaan awan ini menunjukkan bahwa manusia tidak berharga di mata Allah.
✓ Yang sebenarnya
Ayub menggunakan gambaran ini untuk mengungkapkan kesedihan, bukan merendahkan martabat manusia; ia sedang mempertanyakan mengapa Allah memberi hidup yang begitu singkat.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 7:9
Kematian adalah kepastian, tetapi orang percaya memiliki pengharapan akan kebangkitan di dalam Kristus. Namun, saat menghadapi duka, kita boleh mengakui kepedihan karena perpisahan yang terjadi, sambil tetap berpegang pada janji Tuhan.
Tuhan, meskipun aku menghadapi kematian dan kehilangan, tolong aku untuk percaya pada janji-Mu tentang kehidupan kekal. Amin.