Hujan dan Embun dari Langit
Ayub 38:28
Tuhan Menjawab dari Tengah Badai
PerikopTUHAN Menjawab Ayub · Ayub 38:1-41 →“Apakah hujan memiliki ayah? Siapakah yang melahirkan tetes-tetes embun?”Ayub 38:28 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Apakah hujan itu berayah? Atau siapakah yang menyebabkan lahirnya titik air embun?”Ayub 38:28 · TB
Terjemahan Baru
“Apakah hujan mempunyai ayah kandung? Siapa bapa titik-titik air embun?”Ayub 38:28 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Hath the rain a father? or who hath begotten the drops of dew?”Ayub 38:28 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 38:28?
Pertanyaan retoris ini menegaskan bahwa hujan dan embun tidak memiliki ayah atau pencipta selain Allah. Manusia tidak dapat 'melahirkan' fenomena alam; itu adalah karya Allah semata.
Latar belakang
Hujan dan Embun: Siapa Bapaknya?
Tuhan menantang Ayub dengan pertanyaan retoris tentang asal-usul hujan dan embun. Ini menunjukkan kuasa Tuhan atas alam yang tak terjangkau manusia.
Di mana
Tanah Uz
Di tengah badai, hadirat Allah
Kapan
~2000 SM
Zaman Para Bapa
Yang berbicara
TUHAN
Allah, Pencipta semesta, berfirman langsung
Kepada
Ayub
Orang saleh yang sedang menderita, mencari jawaban
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אָב
av · ayah
bapak, sumber, pencipta
מָטָר
matar · hujan
hujan deras, air yang turun dari langit
טַל
tal · embun
embun, yang muncul di pagi hari
Kata 'ayah' untuk hujan dan 'melahirkan' untuk embun menunjukkan bahwa alam semesta bukan sekadar mekanisme, melainkan hasil karya personal Allah yang memberi hidup.
Tahukah kamu
Hujan punya 'ayah'?
Dalam Bahasa Ibrani, kata untuk 'ayah' di sini bisa berarti 'penyebab' atau 'sumber', menunjukkan Tuhan sebagai sumber segala fenomena alam.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 38:28
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 38:28
✕ Sering dikira
Menganggap hujan dan embun adalah dewa-dewa alam.
✓ Yang sebenarnya
Tuhan memakai metafora untuk menunjukkan bahwa semua berasal dari Allah, bukan dewa pagan.
✕ Sering dikira
Ayub dianggap tidak tahu bahwa hujan itu dari Allah.
✓ Yang sebenarnya
Pertanyaan ini menekankan keterbatasan manusia, bukan ketidaktahuan Ayub secara harfiah.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 38:28
Kita sering merasa mampu mengendalikan hidup kita, tetapi ayat ini mengingatkan bahwa banyak hal di luar kendali kita. Kita perlu merendahkan hati dan mengakui ketergantungan total pada Allah.
Allah, aku mengakui bahwa aku tidak dapat berbuat apa-apa tanpa Engkau; ajari aku hidup dalam ketergantungan pada-Mu. Amin.