Kemarahan Elihu Meledak

Ayub 32:5

Elihu Menyampaikan Kemarahan

PerikopElihu Mengemukakan Pendapat · Ayub 32:1-22 →
“Akan tetapi, ketika Elihu melihat bahwa dari mulut ketiga orang itu tidak ada lagi jawaban, dia menjadi marah.”

Ayub 32:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 32:5?

Ayub 32:5 menceritakan bahwa Elihu menjadi marah ketika melihat ketiga orang itu tidak lagi memiliki jawaban untuk Ayub. Kemarahan ini mungkin karena mereka gagal membela Allah dengan benar.

Latar belakang

Akhirnya Elihu angkat bicara

Ketika melihat ketiga sahabat sudah tidak bisa menjawab Ayub, Elihu menjadi marah. Kemarahannya dipicu oleh kegagalan mereka memberikan jawaban yang benar, dan ia merasa harus turun tangan.

Di mana

Tanah Uz

Di tempat pembuangan sampah di luar kota, tempat Ayub duduk

Kapan

~2000 SM

Zaman Para Patriark

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ketiga sahabat berhenti menjawab Ayub
Elihu mulai berbicara
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Ayub (anonim)

Penulis sejarah Ayub, mungkin sezaman, terinspirasi ilahi

P

Kepada

Pembaca Kitab Ayub

Orang percaya yang mencari hikmat dan makna penderitaan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

רָאָה

ra'ah · melihat

melihat, memandang, memahami

אֵין מַעֲנֶה

en ma'aneh · tidak ada jawaban

tidak ada respons atau tanggapan

חָרָה

charah · marah

menjadi panas, menyala, marah

Elihu 'melihat' (ra'ah) dengan pengertian, bahwa ketiga sahabat tidak punya 'ma'aneh' (jawaban). Kemarahan (charah) lahir dari ketidakmampuan mereka membela kebenaran Allah.

Tahukah kamu

Hakikat kemarahan Elihu

Kata 'marah' di sini dalam bahasa Ibrani adalah 'charah', yang berarti panas atau menyala. Ini menunjukkan emosi yang kuat, tetapi Elihu mengklaim marah karena Allah, bukan karena dendam pribadi.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 32:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 32:5

✕  Sering dikira

Kemarahan Elihu dosa

✓  Yang sebenarnya

Marah bisa benar jika karena kebenaran; Elihu marah karena Allah tidak dihormati.

✕  Sering dikira

Elihu hanya emosi tak terkendali

✓  Yang sebenarnya

Kemarahannya berdasarkan pengamatan dan keinginan membela Allah, bukan ledakan emosi sesaat.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 32:5

Saat melihat orang lain gagal membela kebenaran, kita bisa merasa kecewa. Gunakan emosi itu sebagai motivasi untuk bertindak benar, bukan untuk melampiaskan amarah.

Tuhan, salurkan amarahku menjadi semangat untuk melakukan kebenaran dan membela-Mu dengan cara yang baik. Amin.