Elihu Marah pada Ayub dan Sahabat

Ayub 32:2

Elihu: Murka demi Kebenaran

PerikopElihu Mengemukakan Pendapat · Ayub 32:1-22 →
“Kemudian, Elihu, anak Barakheel, orang Bus, dari keluarga Ram, menjadi marah terhadap Ayub karena dia membenarkan dirinya lebih daripada Allah.”

Ayub 32:2 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 32:2?

Ayub 32:2 memperkenalkan Elihu, yang marah kepada Ayub karena Ayub membenarkan dirinya lebih daripada Allah. Elihu adalah orang Bus dari keluarga Ram, dan kemarahannya muncul karena Ayub dianggap kurang menghormati Allah dalam pembelaannya.

Latar belakang

Murka Elihu

Elihu, seorang muda dari keluarga Ram, merasa geram karena Ayub membenarkan dirinya sendiri di hadapan Allah, dan juga karena ketiga sahabat gagal menjawab tetapi tetap mempersalahkan Ayub. Kemarahannya muncul karena ketidakadilan dan kebenaran yang dikaburkan.

Di mana

Tanah Us

Tempat pembuangan abu, di luar kota

Kapan

~2000 SM

Zaman Para Bapa

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Para sahabat terdiam
Elihu menyampaikan hikmat
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Kitab Ayub

Tidak diketahui, kemungkinan tokoh bijak Israel

P

Kepada

Pembaca

Orang yang membaca kisah Ayub

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אָנַף

anaph · marah

menjadi marah, bernafas dengan keras

צָדַק

tsadaq · membenarkan

menyatakan benar, membenarkan

אֱלֹהִים

Elohim · Allah

Allah, jamak keagungan

Kata 'anaph' menunjukkan kemarahan yang membara, tetapi Elihu marah bukan karena dendam pribadi, melainkan karena Ayub menempatkan dirinya benar di atas Allah ('tsadaq' vs Elohim). Ini peringatan bahwa membenarkan diri sendiri dapat menyingkirkan kebenaran Allah.

Tahukah kamu

Siapa Elihu?

Elihu hampir tidak disebut di bagian lain Alkitab. Namanya berarti 'Dia adalah Allahku'. Ia baru muncul di sini, sebagai juru damai yang mencoba meluruskan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 32:2

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 32:2

✕  Sering dikira

Menganggap kemarahan Elihu sepenuhnya benar dan dibenarkan Allah.

✓  Yang sebenarnya

Kemarahan Elihu bisa jadi tulus, tetapi ia juga manusia yang bisa keliru; nanti Allah tidak memuji perkataannya secara mutlak.

✕  Sering dikira

Menyangka Ayub membenarkan dirinya lebih dari Allah, sehingga Ayub pasti berdosa besar.

✓  Yang sebenarnya

Ayub bergumul, tetapi Allah sendiri menyatakan Ayub benar di akhir kitab; jadi ini bukan vonis akhir.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 32:2

Kadang kita bisa terjebak membenarkan diri sendiri sampai lupa memuliakan Tuhan. Mari introspeksi, apakah sikap kita dalam perdebatan masih menghormati Allah?

Bapa, mampukan aku untuk selalu mengutamakan kemuliaan-Mu di atas pembenaran diriku sendiri. Amin.