Ayub menguji dirinya
Ayub 31:5
Pembelaan Terakhir Ayub
“Jika aku telah berjalan dalam kebohongan, dan kakiku terburu-buru membohongi,”Ayub 31:5 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jikalau aku bergaul dengan dusta, atau kakiku cepat melangkah ke tipu daya,”Ayub 31:5 · TB
Terjemahan Baru
“Aku bersumpah bahwa belum pernah aku bertindak curang; belum pernah pula aku menipu orang.”Ayub 31:5 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“If I have walked with vanity, or if my foot hath hasted to deceit;”Ayub 31:5 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 31:5?
Ayub memohon agar Allah menimbang dia dengan timbangan yang adil. Dia ingin Allah melihat kejujuran dan integritasnya, dan dia yakin bahwa Allah akan membenarkannya.
Latar belakang
Syarat untuk dihukum
Ayub mengaitkan kemalangan dengan ketidakbenaran, tetapi ia menolak tuduhan itu. Ia berani meminta Allah menimbang hidupnya, karena ia yakin tidak bersalah.
Di mana
Tanah Us
Di tempat pembuangan abu, di luar kota
Kapan
~2000 SM
Zaman Para Leluhur
Yang berbicara
Ayub
orang kaya dan saleh, sedang menderita berat
Kepada
Teman-teman Ayub
tiga orang yang datang menghibur, malah menyalahkan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁוְא
shav · kebohongan
kesia-siaan, kepalsuan
רַגְלִי
ragli · kakiku
kaki (bagian tubuh), langkah
מָהַר
mahhar · terburu-buru
cepat, tergesa-gesa
Kebohongan yang dilakukan dengan tergesa-gesa adalah dosa yang serius; Ayub tidak mau hidup dalam kepalsuan.
Tahukah kamu
Timbangan di Pasar
Di zaman kuno, timbangan sering dipakai untuk menimbang perak dan barang dagangan; Ayub memakai metafora ini untuk keadilan ilahi yang presisi.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 31:5
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 31:5
✕ Sering dikira
Ayub pernah berbohong dan takut ketahuan
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah pernyataan hipotesis: jika ia berbohong, ia pantas dihukum.
✕ Sering dikira
Ayub mengakui dosanya
✓ Yang sebenarnya
Ia justru menyangkal melakukan kebohongan dan menantang siapa pun membuktikannya.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 31:5
Saat menghadapi tuduhan atau fitnah, kita dapat datang kepada Allah sebagai hakim yang adil. Kejujuran kita di hadapan Dia adalah senjata terbaik.
Tuhan, jadilah hakimku yang adil. Aku percaya Engkau melihat kesetiaanku dan akan membela aku. Amin.