Allah dianggap kejam

Ayub 30:20

Ratapan Ayub di Tengah Penderitaan

Aku berseru minta tolong kepada-Mu, tetapi Engkau tidak menjawabku. Aku berdiri, tetapi Engkau hanya memandangku.

Ayub 30:20 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 30:20?

Ayub melanjutkan keluhannya bahwa Tuhan tidak menjawab seruannya dan hanya memandangnya, seolah-olah Tuhan acuh tak acuh atau bahkan memusuhinya. Ini menggambarkan rasa keterasingan spiritual yang mendalam, di mana doa terasa tidak didengar dan kehadiran Tuhan terasa jauh.

Latar belakang

Merasa dianiaya Allah

Ayub menuduh Allah telah berubah menjadi kejam terhadapnya dan menganiaya dia dengan kekuatan tangan-Nya. Ini adalah puncak keputusasaan, saat Ayub merasa Allah menjadi musuh baginya.

Di mana

tanah Uz

di antara abu dan debu, tempat Ayub duduk meratap

Kapan

~2000 SM

Zaman Para Leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub berseru tanpa jawaban
Ayub merasa dihancurkan badai
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

orang saleh yang sedang menderita, ~60 tahun

A

Kepada

Allah

yang kepadanya Ayub mengeluh

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אכזר

akzar · kejam

keras, tanpa belas kasihan, bengis

רדף

radaph · menganiaya

mengejar, memburu, menindas

עצם

otsem · kekuatan

kekuatan, kuasa yang besar

Ayub memakai kata-kata yang biasanya untuk musuh untuk menggambarkan Allah, menunjukkan ia merasa Allah telah berubah dari pelindung menjadi pengejar.

Tahukah kamu

Kata 'kejam' jarang dipakai untuk Allah

Dalam Alkitab, kata 'kejam' (akzar) hampir selalu mengacu pada manusia, bukan Allah. Pemakaiannya di sini menunjukkan betapa beraninya Ayub mengungkapkan perasaannya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 30:20

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 30:20

✕  Sering dikira

Ayub benar bahwa Allah itu kejam.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah perasaan Ayub yang sedang menderita, bukan pernyataan teologis. Kitab Ayub justru membantah bahwa Allah kejam; di akhir cerita Allah memulihkan Ayub.

✕  Sering dikira

Ayub tidak beriman karena berani berbicara seperti itu kepada Allah.

✓  Yang sebenarnya

Sebaliknya, kejujuran Ayub di hadapan Allah menunjukkan hubungan yang intim dan iman yang hidup; Alkitab memuat banyak ratapan seperti ini.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 30:20

Ketika kita merasa Tuhan tidak merespons, kita cenderung menyalahkan diri sendiri atau ragu pada iman kita. Namun, Ayub mengajarkan bahwa kita bisa membawa kekecewaan ini kepada Tuhan dalam doa, dan itu adalah bagian dari hubungan yang autentik.

Bapa, andai Engkau terasa jauh dan tidak menjawab, peganglah aku erat-erat dan teguhkan imanku untuk terus mencari-Mu. Amin.