Mengapa Disusui?

Ayub 3:12

Meratapi Penerimaan

PerikopAyub Mengutuk Hari Kelahirannya · Ayub 3:1-26 →
“Mengapa pangkuan menerima aku, dan mengapa ada buah dada sehingga aku dapat menyusu?”

Ayub 3:12 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 3:12?

Ayub bertanya mengapa ada pangkuan dan buah dada yang menerima dan menyusuinya, jika toh ia harus menderita. Ia menyesali bahwa ia tidak mati sebagai bayi.

Latar belakang

Sentuhan Pertama yang Menyakitkan

Ayub menggambarkan momen kelahiran yang seharusnya indah: dipangku dan disusui. Namun, ia kini melihatnya sebagai awal dari penderitaan. Ia mempertanyakan mengapa ia diberi kesempatan untuk hidup jika hidupnya hanya menghasilkan kesedihan.

Di mana

Tanah Uz

Di tempat pembuangan abu, di luar kampung, duduk di antara pecahan periuk

Kapan

Zaman para leluhur

Alkitab Ibrani: Kitab Puisi (ketabim)

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub kehilangan anak dan harta
Ayub mendapat kembali dua kali lipat
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

Lelaki saleh yang menderita hebat, ~70 tahun

P

Kepada

Para sahabat (Elifas, Bildad, Zofar)

Tiga sahabat yang diam mendengarkan, ~60-an tahun

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

בִּרְכַּיִם

birkayim · pangkuan

pangkuan, lutut; metafora untuk tempat berlindung

יָנַק

yanaq · menyusu

menyusui, menghisap susu

שָׁדַיִם

shadayim · buah dada

payudara, buah dada; sumber makanan bayi

Ayub menyebut 'pangkuan' dan 'buah dada' yang seharusnya memberi kehidupan, tetapi baginya justru memperpanjang penderitaan. Ini menunjukkan ironi yang pahit.

Tahukah kamu

Pangkuan dan menyusui

Dalam budaya kuno, bayi yang lahir sering diletakkan di pangkuan ibu sebagai tanda penerimaan. Ayub memakai gambaran ini untuk menyoroti betapa sia-sianya penerimaan itu.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 3:12

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 3:12

✕  Sering dikira

Ayub tidak bersyukur atas hidup yang diberikan Allah.

✓  Yang sebenarnya

Ayub sedang dalam keputusasaan, tetapi ia tidak menolak Allah; ia hanya jujur tentang penderitaannya.

✕  Sering dikira

Ayub menganggap menyusui itu najis atau kotor.

✓  Yang sebenarnya

Ayub tidak menganggap susu itu najis; ia hanya melihatnya sebagai bagian dari hidup yang baginya sia-sia.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 3:12

Kita mungkin menyesali bahwa kita hidup dalam keadaan yang sulit. Namun, setiap hari adalah kesempatan untuk mengalami kasih dan memberikan arti. Mari kita syukuri hidup yang kita miliki dan cari cara untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Bapa, saat aku menyesali kehidupanku, ubahlah hatiku untuk melihat kebaikan-Mu dan maksud-Mu. Amin.