Mengutuk Malam Kelahiran

Ayub 3:10

Ayub Meratapi Hari Lahirnya

PerikopAyub Mengutuk Hari Kelahirannya · Ayub 3:1-26 →
“karena ia tidak menutup pintu-pintu kandungan ibuku, atau menyembunyikan kesusahan dari mataku.”

Ayub 3:10 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 3:10?

Ayub menyalahkan hari kelahirannya karena tidak mencegah ia dilahirkan, sehingga ia harus mengalami penderitaan. Ia merasa lebih baik tidak pernah lahir daripada hidup dalam kesengsaraan.

Latar belakang

Kesedihan yang Tak Terungkap

Ayub telah kehilangan sepuluh anak, seluruh hartanya, dan kesehatannya. Dalam penderitaan yang tak tertahankan, ia membuka mulut dan mengutuk hari kelahirannya, bukan mengutuk Allah. Ayat 10 adalah bagian dari rangkaian kutukan itu, menyalahkan malam kelahirannya karena tidak menutup pintu kandungan ibunya.

Di mana

Tanah Uz

Di tempat pembuangan abu, di luar kampung, duduk di antara pecahan periuk

Kapan

Zaman para leluhur

Alkitab Ibrani: Kitab Puisi (ketabim)

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub kehilangan anak dan harta
Ayub mendapat kembali dua kali lipat
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

Lelaki saleh yang menderita hebat, ~70 tahun

P

Kepada

Para sahabat (Elifas, Bildad, Zofar)

Tiga sahabat yang diam mendengarkan, ~60-an tahun

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

סָגַר

sagar · menutup

menutup, mengunci, menghalangi

דֶּלֶת

delet · pintu

pintu, gerbang; metafora untuk rahim

עָמָל

amal · kesusahan

kerja keras, kesusahan, kelelahan; sering dipakai untuk penderitaan yang melelahkan

Ketiga kata ini menekankan bahwa Ayub memandang kelahirannya sebagai pintu masuk ke dalam 'amal' (kesusahan). Ia ingin pintu itu tidak pernah terbuka.

Tahukah kamu

Kata 'pintu' dalam bahasa Ibrani

Kata Ibrani untuk 'pintu' (delet) sering dipakai metaforis untuk rahim; dalam Ayub 3:10, ia memakai gambaran yang sangat pribadi dan harfiah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 3:10

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 3:10

✕  Sering dikira

Ayub mengutuk Allah karena penderitaannya.

✓  Yang sebenarnya

Ayub mengutuk hari kelahirannya, bukan Allah; ia tetap setia meski bergumul.

✕  Sering dikira

Ayub sedang berbicara tentang kematian secara harfiah, bukan hanya meratap.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah ratapan puitis yang mengungkapkan keputusasaan, bukan niat bunuh diri.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 3:10

Kita mungkin menyalahkan keadaan atau masa lalu atas penderitaan kita. Namun, menyalahkan tidak membawa kesembuhan. Alih-alih, kita bisa menyerahkan rasa sakit kita kepada Tuhan dan meminta hikmat untuk melihat makna di balik perjalanan hidup kita.

Ya Allah, aku sering menyalahkan keadaan atas penderitaanku. Ampuni aku dan ajari aku untuk mempercayai rencana-Mu yang lebih besar. Amin.