Yang Mahakuasa masih bersamaku

Ayub 29:5

Ayub Mengenang Masa Lalu yang Gemilang

ketika Yang Mahakuasa masih bersamaku, dan anak-anakku ada di sekelilingku,

Ayub 29:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 29:5?

Ayub teringat masa ketika Yang Mahakuasa bersamanya dan anak-anaknya masih hidup. Ini menunjukkan bahwa berkat Allah terlihat dari keluarga yang utuh. Kehadiran Allah dan keluarga adalah anugerah terbesar dalam hidup Ayub.

Latar belakang

Anak-anak dan berkat Allah

Ayub mengenang ketika anak-anaknya masih hidup dan berkumpul di sekelilingnya, dan Allah Yang Mahakuasa menyertainya. Ini menunjukkan bahwa masa kejayaannya tidak hanya tentang kekayaan, tetapi juga keluarga yang utuh dan hadirat Allah.

Di mana

Tanah Us

Di antara abu dan reruntuhan, di luar kota

Kapan

~2000 SM (zaman para bapa leluhur)

Zaman Para Leluhur (sebelum Hukum Taurat)

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub kehilangan segalanya
Ayub dipulihkan Allah
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

Seorang yang saleh dan kaya, sedang menderita berat

T

Kepada

Teman-teman dan pendengar

Elifas, Bildad, Zofar, dan Elihu

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שַׁדַּי

Shaddai · Mahakuasa

Salah satu nama Allah yang menekankan kuasa-Nya yang melimpah dan kedaulatan-Nya.

עִמָּדִי

immadi · bersamaku

Gabungan kata yang berarti 'dengan saya', menunjukkan kehadiran yang menyertai.

נְעָרַי

ne'aray · anak-anakku

Secara harfiah 'anak-anak lelaki', tetapi bisa merujuk pada anak-anak secara umum.

Nama 'Shaddai' menekankan kuasa Allah yang memelihara. Ayub merindukan bukan hanya berkat materi, tetapi penyertaan pribadi dari Allah yang kuat dan setia di tengah keluarganya.

Tahukah kamu

Anak-anak Ayub

Ayub memiliki sepuluh anak: tujuh laki-laki dan tiga perempuan. Dalam budaya Timur kuno, memiliki banyak anak adalah tanda berkat dan status sosial yang tinggi.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 29:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 29:5

✕  Sering dikira

Ayub percaya bahwa kehadiran Allah selalu berarti tidak ada penderitaan.

✓  Yang sebenarnya

Ayub sedang meratapi ketidakhadiran Allah yang dirasakannya sekarang. Dia tidak menyangkal bahwa Allah itu adil, tetapi dia bingung mengapa Allah seolah meninggalkannya.

✕  Sering dikira

Allah Mahakuasa berarti Dia harus melindungi orang benar dari semua bahaya.

✓  Yang sebenarnya

Ayub sendiri mengalami bahwa orang benar pun dapat menderita. Nama Shaddai menunjukkan kuasa, tetapi tidak menjamin hidup tanpa penderitaan di dunia ini.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 29:5

Keluarga adalah anugerah yang sering kita anggap remeh. Kita perlu menghargai waktu bersama orang-orang terkasih dan menyadari bahwa kehadiran Allah di tengah keluarga adalah sumber kekuatan. Jangan menunda untuk mengungkapkan kasih kepada mereka.

Bapa, terima kasih untuk keluarga yang Engkau berikan. Ajar aku untuk menghargai setiap momen bersama mereka dan menyadari penyertaan-Mu. Amin.