Ayub Mengutuk Keadaannya
Ayub 27:2
Ayub Mengakui Kepahitan
““Demi Allah yang hidup, yang telah mengambil hak-hakku, dan Yang Mahakuasa, yang telah membuat jiwaku pahit,”Ayub 27:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Demi Allah yang hidup, yang tidak memberi keadilan kepadaku, dan demi Yang Mahakuasa, yang memedihkan hatiku,”Ayub 27:2 · TB
Terjemahan Baru
“(27:1)”Ayub 27:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“As God liveth, who hath taken away my judgment; and the Almighty, who hath vexed my soul;”Ayub 27:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 27:2?
Ayub 27:2 mengungkapkan kepahitan Ayub karena merasa Allah telah mengambil haknya dan membuat hidupnya pahit. Meski demikian, ia tetap mengakui kedaulatan Allah, meski dengan rasa sakit yang mendalam.
Latar belakang
Ayub Mengakui Kepahitan dari Tuhan
Ayub bersumpah demi Allah yang hidup, tetapi ia menuduh Allah telah mengambil haknya dan membuat jiwanya pahit. Ini menunjukkan pergumulan imannya: ia mengakui kedaulatan Allah tetapi juga jujur tentang penderitaannya.
Di mana
Tanah Uz
Di antara tumpukan abu, di luar perkemahan
Kapan
~2000 SM
Zaman Para Leluhur
Yang berbicara
Ayub
Orang saleh yang menderita, ~60 tahun
Kepada
Teman-teman Ayub
Elifas, Bildad, dan Zofar
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מִשְׁפָּטִי
mišpāṭî · hak-hakku
keadilanku, hakku, keputusanku
נַפְשִׁי
napšî · jiwaku
jiwaku, hidupku, diriku
מָרָה
mārâ · pahit
pahit, getir, menyedihkan
Kata 'mišpāt' berarti keadilan, tetapi Ayub merasa Allah merampasnya. 'Napšî' menunjukkan seluruh keberadaannya, dan 'mārâ' menggambarkan kepahitan yang mendalam, bukan sekadar kesedihan.
Tahukah kamu
Sumpah dalam Budaya Timur Dekat
Pada zaman Ayub, bersumpah demi ilahi adalah cara serius untuk menegaskan kebenaran. Dengan menyebut 'Allah yang hidup', Ayub menekankan kesungguhannya, meskipun ia merasa diperlakukan tidak adil.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 27:2
Rut 1:20
Kepahitan dari Tuhan
“Jangan sebut aku Naomi; sebutlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah membuat hidupku pahit.”
Ayub 9:16
Merasa tak diadili
“Jika aku berseru, Ia menjawab; namun aku tidak percaya bahwa Ia mendengar suaraku.”
Ratapan 3:15
Kepahitan penderitaan
“Ia mengenyangkan aku dengan kegetiran, memberi aku minum apsintus.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 27:2
✕ Sering dikira
Ayub menghujat Allah.
✓ Yang sebenarnya
Ayub jujur tentang penderitaannya, tetapi tidak mengutuk Allah; ia justru bersumpah demi Allah.
✕ Sering dikira
Allah benar-benar mengambil hak Ayub secara tidak adil.
✓ Yang sebenarnya
Dari perspektif Ayub, ia merasa begitu, tetapi pembaca tahu Allah mengizinkan pencobaan.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 27:2
Terkadang kita merasa Allah tidak adil dalam kehidupan kita. Kita bisa mengakui kepahitan itu kepada-Nya, sambil tetap percaya bahwa Dia berdaulat.
Bapa, aku datang kepada-Mu dengan segenap kepahitanku; tolong aku untuk tetap mempercayai-Mu, Amin.