Hanya tepi jalan Allah
Ayub 26:14
Misteri di Balik Kuasa Allah
“Lihatlah, semua itu hanyalah tepi-tepi jalan-Nya. Betapa lirihnya bisikan yang kita dengar dari-Nya! Akan tetapi, siapa yang dapat mengerti gemuruh kuasa-Nya?””Ayub 26:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sesungguhnya, semuanya itu hanya ujung-ujung jalan-Nya; betapa lembutnya bisikan yang kita dengar dari pada-Nya! Siapa dapat memahami guntur kuasa-Nya?"”Ayub 26:14 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi semua itu hanya pertanda kuasa-Nya; hanya bisikan yang sampai di telinga kita. Betapa sedikit pengertian kita tentang Allah dan hebatnya kuasa-Nya!"”Ayub 26:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lo, these are parts of his ways: but how little a portion is heard of him? but the thunder of his power who can understand?”Ayub 26:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 26:14?
Ayub 26:14 menegaskan bahwa apa yang kita lihat dari pekerjaan Allah hanyalah sebagian kecil saja. Semua keajaiban penciptaan itu hanyalah 'tepi-tepi jalan-Nya'; bisikan yang kita dengar tidak sebanding dengan gemuruh kuasa-Nya yang sesungguhnya. Ini mengajarkan bahwa Allah jauh lebih besar daripada yang dapat kita pahami.
Latar belakang
Ayub menyadari keterbatasan pemahaman
Setelah menggambarkan keagungan Allah dalam penciptaan dan penguasaan atas kekuatan kacau, Ayub menarik kesimpulan bahwa semua yang dipahaminya hanyalah sebagian kecil dari karya Allah. Manusia hanya mendengar bisikan, bukan guntur kuasa-Nya.
Di mana
Tanah Us
Lokasi perbincangan, kemungkinan di depan rumah
Kapan
~2000 SM
Zaman para bapa bangsa
Yang berbicara
Ayub
Orang saleh yang bergumul, berhikmat
Kepada
Teman-teman Ayub
Terguncang oleh penderitaan Ayub
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
קָצֶה
qatseh · tepi
ujung, batas, atau ekstrem; menunjukkan bagian terluar dari sesuatu.
דָּבָר
davar · bisikan
kata, perkataan, atau hal; di sini berarti ucapan yang lembut atau samar.
רַעַם
ra'am · gemuruh
guntur, suara yang mengguntur; melambangkan kuasa penuh Allah.
Kata-kata ini menunjukkan bahwa pengetahuan manusia tentang Allah sangat terbatas. Kita hanya menangkap bisikan lembut, sementara kuasa Allah yang sebenarnya seperti guntur yang dahsyat dan tidak dapat dipahami sepenuhnya.
Tahukah kamu
Tepi jalan vs. jalan
Dalam bahasa Ibrani, 'tepi' (qetsah) berarti ujung atau ekstrem. Ayub menggunakan metafora 'tepi-tepi jalan' untuk menunjukkan bahwa apa yang kita lihat dari Allah hanyalah pinggiran dari realitas-Nya yang jauh lebih besar.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 26:14
Roma 11:33
Jalan tak terselami
“O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan tak terselami jalan-jalan-Nya!”
1 Korintus 13:12
Melihat samar-samar
“Sebab sekarang kita melihat dalam cermin, yaitu samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal sebagian saja, tetapi nanti aku akan mengenal sama seperti aku dikenal.”
Mazmur 77:19
Jejak tak kelihatan
“Jejak-Mu tidak kelihatan. Engkau menuntun umat-Mu seperti kawanan domba dengan perantaraan Musa dan Harun.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 26:14
✕ Sering dikira
Ayub sedang bersikap sinis atau putus asa tentang Allah.
✓ Yang sebenarnya
Ayub justru menunjukkan kerendahan hati dan kekaguman; ia mengakui kemuliaan Allah yang melampaui pemahaman manusia.
✕ Sering dikira
Perkataan ini berarti kita tidak perlu berusaha mengenal Allah sama sekali.
✓ Yang sebenarnya
Justru kita didorong untuk belajar dari apa yang Allah nyatakan, sambil menyadari bahwa selalu ada misteri yang lebih dalam.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 26:14
Terkadang kita berpikir kita sudah mengenal Allah, tetapi ayat ini mengingatkan bahwa pengetahuan kita sangat terbatas. Sikap yang tepat adalah rendah hati dan takjub, bukan sombong. Dalam kehidupan sehari-hari, ini berarti kita perlu terus mencari Allah, tetapi juga menerima bahwa misteri-Nya melampaui akal kita, dan itu justru membuat kita makin mengagumi-Nya.
Ya Allah, aku kagum akan kebesaran-Mu yang tak terduga; tolong aku untuk rendah hati mengakui keterbatasanku dan selalu bersandar pada hikmat-Mu. Amin.