Kefasikan ditebang seperti pohon

Ayub 24:20

Kefasikan berakhir dengan kehancuran

Rahim ibu melupakan mereka, cacing-cacing menyukainya. Mereka tidak akan diingat lagi. Kefasikan akan ditebang seperti pohon.

Ayub 24:20 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 24:20?

Ayub berkata bahwa orang fasik akan dilupakan oleh semua orang, bahkan ibunya sendiri. Cacing akan menggerogoti tubuh mereka, dan kejahatan mereka akan dihancurkan seperti pohon yang ditebang.

Latar belakang

Orang fasik dihancurkan seperti pohon

Ayub melanjutkan penggambaran tentang nasib orang fasik: mereka akan dilupakan, dan kejahatan mereka akan ditebang seperti pohon. Ini menunjukkan bahwa kejahatan tidak akan bertahan selama-lamanya.

Di mana

Tanah Uz

Di tempat pembuangan abu, di luar kota

Kapan

~2000 SM

Zaman Para Leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kesengsaraan Ayub dimulai
Ayub diuji oleh Tuhan
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

orang saleh yang menderita, ~60 tahun

T

Kepada

Teman-teman Ayub

Elifas, Bildad, dan Zofar, para penasihat

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

עָוֶל

avel · kefasikan

ketidakadilan, kejahatan

גָּדַע

gada' · ditebang

memotong, menebang

עֵץ

ets · pohon

pohon, kayu

Kata-kata ini menunjukkan bahwa kejahatan itu seperti pohon yang tidak berakar; ia dapat ditebang dan dibuang.

Tahukah kamu

Pohon sebagai simbol kehidupan

Dalam Alkitab, pohon sering digunakan sebagai simbol kehidupan dan berkat. Orang benar seperti pohon yang berakar, tetapi orang fasik seperti pohon yang ditebang.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 24:20

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 24:20

✕  Sering dikira

Ayub berbicara tentang pohon literal yang ditebang.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah metafora untuk kehancuran orang fasik.

✕  Sering dikira

Ayub mengajarkan bahwa semua kejahatan langsung dihukum di dunia ini.

✓  Yang sebenarnya

Ayub sedang berbicara tentang kepastian akhir, bukan waktu yang tepat.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 24:20

Apa pun yang kita banggakan di dunia ini akan hilang. Kebaikan yang kita lakukan untuk Tuhan adalah satu-satunya hal yang bertahan selamanya.

Bapa, ajarlah aku untuk tidak mengejar ketenaran atau kekayaan duniawi, melainkan melakukan hal-hal yang berharga bagi-Mu. Amin.