Ayub meratapi kurangnya pembalasan

Ayub 21:30

Ayub Menantang Sahabat yang Menghakimi

PerikopKemujuran Orang Fasik Terlihat Tahan Lama · Ayub 21:1-34 →
“bahwa orang fasik dibiarkan hidup pada hari kehancuran, bahwa dia diselamatkan pada hari kemurkaan?”

Ayub 21:30 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 21:30?

Ayub menegaskan bahwa orang fasik sering kali dibiarkan hidup pada hari kehancuran dan diselamatkan pada hari murka. Ini menunjukkan bahwa hukuman atas kejahatan tidak selalu terjadi di dunia ini; bisa jadi tertunda atau terjadi di akhirat.

Latar belakang

Siapa yang akan menghukum orang fasik?

Ayub mempertanyakan: jika orang fasik tidak dihukum di dunia ini, siapa yang akan menuntut dia? Pertanyaan ini mengungkap keprihatinan Ayub tentang keadilan yang tampaknya tertunda, dan sekaligus menantang sahabatnya yang terlalu cepat menghakimi.

Di mana

Tanah Us

di dekat tempat pembuangan sampah, duduk di atas abu

Kapan

~2000 SM

Zaman para leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub kehilangan harta
Ayub dipulihkan Tuhan
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

orang kaya yang saleh, kehilangan segalanya

T

Kepada

Tiga sahabat (Elifas, Bildad, Zofar)

teman yang berteologi retribusi

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

נָגַד

nagad · menyatakan

memberitahukan, menyatakan, menjelaskan

דֶּרֶךְ

derekh · jalan

jalur, perjalanan, cara hidup

שָׁלַם

shalam · membalas

membayar, memulihkan, menggenapi, membalas

Ayub memakai kata 'jalan' dan 'membalas' untuk menunjukkan bahwa seharusnya ada konsekuensi atas perbuatan orang fasik. Namun, karena tidak ada yang menuntut, keadilan tampak hilang.

Tahukah kamu

Hukum di dunia kuno

Dalam hukum Israel, saksi harus hadir untuk menuntut. Ayub menggunakan bahasa hukum ini untuk menunjukkan bahwa tidak ada yang tampaknya menuntut orang fasik.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 21:30

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 21:30

✕  Sering dikira

Ayub menuntut agar orang fasik segera dihukum sebagai bentuk balas dendam.

✓  Yang sebenarnya

Ayub mempertanyakan keadilan Allah dalam konteks penderitaannya, bukan ingin membalas dendam pribadi.

✕  Sering dikira

Ayub menyangkal adanya penghakiman sama sekali.

✓  Yang sebenarnya

Ayub justru mempertanyakan mengapa penghakiman tidak terlihat, bukan mengingkari penghakiman.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 21:30

Jika kita melihat ketidakadilan di dunia, ingatlah bahwa Tuhan adalah Hakim yang adil. Kita tidak perlu iri pada orang fasik yang tampak sejahtera, karena setiap orang akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Tuhan. Percayalah pada keadilan-Nya yang sempurna.

Tuhan, ajari aku untuk percaya pada keadilan-Mu yang sempurna dan tidak iri kepada mereka yang berbuat jahat. Amin.