Diusir dari Kemah

Ayub 18:14

Bildad Mengecam Ayub

Dia diseret dari kemahnya yang dipercayanya, dan dibawa kepada raja kengerian.

Ayub 18:14 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 18:14?

Ayub 18:14 melukiskan orang fasik yang diusir dari kemahnya yang aman dan dibawa kepada 'raja kengerian', yang melambangkan kematian atau kuasa kegelapan. Bildad menegaskan bahwa kepercayaan orang jahat kepada hal-hal duniawi akan sia-sia, karena akhirnya mereka berhadapan dengan kebinasaan.

Latar belakang

Orang fasik diusir dari kemahnya

Bildad melanjutkan gambaran tentang orang fasik yang dihukum. Ayat ini menekankan bahwa orang fasik akan kehilangan segala yang mereka percayai, bahkan kemah mereka sendiri, dan dibawa menghadap raja kengerian, yaitu kematian atau penghakiman.

Di mana

Tanah Uz

Di dekat timbunan abu, tempat Ayub duduk berkabung

Kapan

~2000 SM

Zaman Para Leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub menderita penyakit
Ayub merespons Bildad
Kamu di sini
B

Yang berbicara

Bildad

Orang Suah, sahabat Ayub yang dogmatis

A

Kepada

Ayub

Orang saleh yang menderita, mencari keadilan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

יִנָּתֵק

yinnateq · diseret

diputuskan, dicabut, diseret

מִבְטַח

mivtach · dipercayainya

pengharapan, kepercayaan, tempat berlindung

יִצְעָדָהוּ

yits'adahu · dibawa

berbaris, berjalan, dibawa

Keamanan yang diandalkan orang fasik akan dicabut, dan mereka akan dipaksa berjalan ke tempat yang menakutkan; tidak ada yang bisa dipegang.

Tahukah kamu

Raja kengerian

Ungkapan 'raja kengerian' dalam bahasa Ibrani adalah 'melek ballahot', yang bisa merujuk pada malaikat maut atau kematian itu sendiri yang dipersonifikasikan sebagai raja yang mengerikan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 18:14

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 18:14

✕  Sering dikira

Menganggap 'raja kengerian' sebagai nama setan.

✓  Yang sebenarnya

Dalam Alkitab, ungkapan ini adalah kiasan untuk kematian atau penghakiman, bukan merujuk pada sosok setan tertentu.

✕  Sering dikira

Mengira kata 'dipercayainya' menunjukkan bahwa orang fasik percaya kepada Allah.

✓  Yang sebenarnya

Ini berarti mereka percaya pada kemah atau harta mereka sebagai keamanan, bukan percaya kepada Allah.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 18:14

Kita sering mengandalkan hal-hal yang kita miliki atau capai, tetapi semuanya bisa hilang. Ayat ini mengajak kita untuk menaruh kepercayaan hanya kepada Tuhan yang kekal, bukan pada hal-hal yang sementara.

Ya Allah, ajar aku untuk bersandar pada-Mu saja, bukan pada harta atau kekuatanku sendiri, agar aku tidak takut menghadapi masa depan, Amin.