Berseru kepada liang kubur dan cacing

Ayub 17:14

Harapan di Tengah Kegelapan

apabila aku berseru-seru kepada liang kubur, ‘Kamu adalah ayahku,’ dan kepada cacing, ‘Ibuku’, atau, ‘Saudara perempuanku,’

Ayub 17:14 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 17:14?

Ayub memakai metafora yang kuat: ia memanggil kubur sebagai ayah, cacing sebagai ibu dan saudara perempuan. Ini menggambarkan betapa dekatnya ia dengan kematian, seolah-olah ia sudah menjadi bagian dari dunia mayat.

Latar belakang

Ayub memanggil kubur dan cacing sebagai keluarga

Ayub mengungkapkan keputusasaannya dengan menyebut liang kubur sebagai 'ayah' dan cacing sebagai 'ibu/saudara'. Ini adalah gambaran yang sangat pahit tentang hubungan yang paling dekat.

Di mana

Tanah Us

Di tempat pembuangan abu, di luar kota

Kapan

~2000 SM

Zaman Para Leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub kehilangan segalanya
Ayub mendapat pemulihan
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

orang saleh yang menderita, ~60 tahun

T

Kepada

Teman-teman Ayub

Elifas, Bildad, dan Zofar, penasihat yang salah

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שַׁחַת

shachat · liang kubur

lubang, kubur, atau tempat kebinasaan

רִמָּה

rimmah · cacing

belatung atau ulat yang hidup pada bangkai

אָחוֹת

achot · saudara perempuan

saudari atau adik perempuan

Dengan menyebut kubur dan cacing sebagai ayah/ibu/saudara, Ayub menegaskan bahwa hanya kematian yang menjadi kerabatnya; hidup dan hubungan manusia sudah hilang.

Tahukah kamu

Cacing tidak selalu berarti ulat

Kata 'cacing' di sini (rimmah) bisa merujuk pada belatung atau makhluk yang mengurai mayat, menunjukkan realitas pembusukan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 17:14

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 17:14

✕  Sering dikira

Ayub benar-benar berdoa kepada kubur dan cacing.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah bahasa puitis untuk menunjukkan keputusasaan total, bukan penyembahan atau doa.

✕  Sering dikira

Cacing di sini adalah setan atau makhluk roh.

✓  Yang sebenarnya

Yang dimaksud adalah organisme yang menguraikan mayat, bukan sosok rohani.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 17:14

Ketika kita merasa hancur dan dekat dengan kematian, kita mungkin kehilangan identitas dan harapan. Namun, Allah tetap memanggil kita anak-anak-Nya. Pepatah ini mengingatkan kita untuk mencari identitas kita di dalam Kristus, bukan di dalam keadaan.

Tuhan Yesus, pulihkanlah identitasku sebagai anak-Mu ketika aku merasa hancur dan tak berharga. Amin.