Menghadapi perkataan angin

Ayub 16:3

Ayub membalas perkataan sahabat

PerikopKeluhan Ayub tentang Perlakuan Allah · Ayub 16:1-22 →
“Akankah perkataanmu yang penuh angin akan ada habisnya? Atau, apa yang memancingmu sehingga kamu menjawab?”

Ayub 16:3 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 16:3?

Ayub menyindir bahwa perkataan sahabatnya tidak ada habisnya dan seperti angin kosong. Dia mempertanyakan apa yang memotivasi mereka berbicara, apakah benar-benar ingin membantu atau justru menghakimi.

Latar belakang

Perkataan yang seperti angin

Ayub mempertanyakan apakah perkataan sahabatnya akan berakhir, dan menuduhnya seperti angin—tidak substansial dan tidak ada gunanya. Ia juga memancing mereka untuk menjawab karena mereka terus bicara.

Di mana

Tanah Uz

Di timbunan abu di luar kampung, siang hari

Kapan

~2000 SM

Zaman para bapa leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Tuduhan Elifas
Ayub menunjukkan kesia-siaan kata
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

orang saleh yang menderita, ~60 tahun

E

Kepada

Elifas, Bildad, dan Zofar

tiga sahabat yang berdebat, ~50-60 tahun

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

רוח

ruach · angin

angin, napas, atau roh; bisa berarti hal yang tidak berwujud dan cepat berlalu

תמם

tamam · ada habisnya

diselesaikan, menjadi sempurna, atau berakhir

מרא

marah · memancing

memprovokasi, menantang, atau membuat marah

Ayub bertanya 'sampai kapan' kata-kata angin itu akan berlanjut, dan menuduh mereka terus memancing dan menjawab karena kesombongan.

Tahukah kamu

Angin sebagai metafora

Dalam sastra hikmat, angin sering melambangkan kesia-siaan atau sesuatu yang tidak berbekas. Ayub menggunakan itu untuk merendahkan argumen sahabatnya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 16:3

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 16:3

✕  Sering dikira

Ayub menyerang karakter sahabat secara pribadi.

✓  Yang sebenarnya

Ayub mengkritik isi perkataan mereka yang tidak berguna, bukan kepribadian.

✕  Sering dikira

Ayub menganggap semua perkataan sia-sia.

✓  Yang sebenarnya

Ayub menegaskan bahwa perkataan mereka yang kosong, bukan semua pembicaraan, tidak berguna.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 16:3

Perhatikan isi hati di balik kata-kata kita. Apakah kita berbicara untuk membangun atau hanya untuk menunjukkan kebenaran diri sendiri?

Tuhan, murnikan motivasi setiap perkataanku agar menjadi berkat bagi sesama. Amin.