Ayub bertanya mengapa Allah menyembunyikan wajah-Nya

Ayub 13:24

Ayub memohon jawaban dari Allah

Mengapa Engkau menyembunyikan wajah-Mu, dan menganggapku seperti musuh-Mu?

Ayub 13:24 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 13:24?

Ayub merasa Allah menyembunyikan wajah-Nya dan memperlakukan dia seperti musuh. Dia bertanya mengapa Allah tampak jauh dan bermusuhan, padahal Ayub tidak mengerti alasan penderitaannya.

Latar belakang

Ayub merasa dianggap musuh

Ayub menggunakan bahasa Perjanjian untuk menanyakan mengapa Allah menyembunyikan wajah-Nya, seperti seorang raja yang tidak mau melihat bawahannya. Dia merasa diperlakukan sebagai musuh, bukan sebagai hamba yang setia.

Di mana

Tanah Us

Di tengah penderitaan, mungkin di tempat pembuangan abu

Kapan

~2000 SM

Zaman para leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub kehilangan segala miliknya
Allah akhirnya menjawab
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

pria saleh yang menderita, ~60 tahun

A

Kepada

Allah

Yang Mahakuasa, pencipta langit dan bumi

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

תַּסְתִּיר

tastir · menyembunyikan

menutup atau menyembunyikan

פָּנֶיךָ

panekha · wajah-Mu

hadirat atau kemurahan Allah

אוֹיֵב

oyev · musuh

lawan atau orang yang bermusuhan

Frasa 'menyembunyikan wajah' dan 'menganggap sebagai musuh' menggambarkan keterputusan relasional. Ayub merasa Allah tidak lagi memandangnya dengan kasih, tetapi dengan permusuhan, yang sangat menyakitkan baginya.

Tahukah kamu

Wajah yang tersembunyi

Dalam Bahasa Ibrani, 'menyembunyikan wajah' berarti menolak atau menghukum. Ini sering dipakai dalam Mazmur untuk menggambarkan perasaan ditinggalkan Allah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 13:24

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 13:24

✕  Sering dikira

Ayub menuduh Allah jahat atau tidak adil.

✓  Yang sebenarnya

Ayub hanya mengungkapkan perasaannya bahwa Allah tampak jauh, tetapi dia tetap berharap dan memohon jawaban.

✕  Sering dikira

Ayub berpikir Allah tidak nyata.

✓  Yang sebenarnya

Ayub tidak meragukan keberadaan Allah; dia justru bergumul dengan pengalaman bahwa Allah seolah-olah tidak peduli.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 13:24

Ada kalanya Allah terasa jauh, dan kita bertanya-tanya apakah Dia peduli. Namun, Ayub tetap jujur dan membawa pertanyaan itu kepada Allah. Dalam kepedihan, kita bisa datang kepada Allah dengan keluhan, karena Dia sanggup menanggungnya.

Tuhan, saat Engkau terasa jauh, tariklah aku lebih dekat dan yakinkan aku akan kasih-Mu. Amin.