Zofar Menolak Argumen Ayub

Ayub 11:3

Teguran Zofar: Rahasia Hikmat Allah

PerikopNasihat Zofar Supaya Ayub Merendahkan Diri di Hadapan Allah · Ayub 11:1-20 →
“Haruskah bualanmu membuat orang diam? Tidak akan adakah orang yang menegurmu ketika kamu mengolok-olok?”

Ayub 11:3 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 11:3?

Zofar menuduh Ayub mengolok-olok dan berharap agar ada yang menegurnya. Ayat ini menunjukkan bahwa Zofar menganggap perkataan Ayub sebagai bualan kosong yang tidak pantas, dan dia merasa perlu untuk membungkamnya.

Latar belakang

Zofar Mempertanyakan Keberanian Ayub

Zofar mengejek Ayub dengan bertanya retoris, 'Tidak akan adakah yang menegurmu?' Ini menyiratkan bahwa Ayub bertindak seolah-olah tidak ada yang berani menegurnya, tetapi Zofar akan melakukannya.

Di mana

Naama (dekat Lakhis, Israel)

Di tempat pembuangan abu, di luar kampung

Kapan

~2000 SM

Zaman Para Leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kematian anak-anak Ayub
Pemulihan Ayub
Kamu di sini
Z

Yang berbicara

Zofar, orang Naama

Teman Ayub yang paling dogmatis, ~80 tahun

A

Kepada

Ayub

Orang saleh yang menderita, ~70 tahun

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

לָעַג

la'ag · mengolok-olok

mencemooh, mengejek; sering dipakai untuk musuh

כָּלַם

kalam · menegurmu

mempermalukan, menegur dengan tajam

חָרַשׁ

charash · diam

menjadi bisu; juga berarti mengukir

Kata 'menegur' (kalam) berarti mempermalukan. Zofar ingin mempermalukan Ayub dengan tuduhan, bukan menegur dengan benar—beda dengan teguran yang membangun.

Tahukah kamu

Kata 'Mengolok-olok'

Kata Ibrani 'la'ag' hanya muncul beberapa kali dalam Alkitab, sering dipakai untuk mencemooh hamba Tuhan (misalnya dalam Mazmur 2:4).

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 11:3

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 11:3

✕  Sering dikira

Menganggap Zofar menegur Ayub dengan benar.

✓  Yang sebenarnya

Zofar menegur dengan kasar dan tanpa belas kasihan, tetapi teguran yang benar seharusnya membangun, bukan menghancurkan.

✕  Sering dikira

Mengira Ayub benar-benar mengolok-olok Tuhan.

✓  Yang sebenarnya

Ayub bergumul dan bertanya kepada Tuhan, tetapi tidak menghina; Zofar salah menafsirkan.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 11:3

Kata-kata kita bisa menjadi alat untuk membangun atau menghancurkan. Saat kita merasa olok-olok, mungkin itu adalah ajakan untuk introspeksi, bukan justru membela diri.

Ya Allah, jadikan perkataanku penuh dengan kasih dan kebenaran, bukan olok-olok yang melukai. Amin.