Tanah liat yang menjadi debu
Ayub 10:9
Pertanyaan Ayub kepada Allah
“Ingatlah bahwa Engkau telah membentukku seperti tanah liat. Akankah Engkau mengembalikanku menjadi debu?”Ayub 10:9 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ingatlah, bahwa Engkau yang membuat aku dari tanah liat, tetapi Ayub 10.10–16 30 Engkau hendak menjadikan aku debu kembali?”Ayub 10:9 · TB
Terjemahan Baru
“Ingatlah bahwa dari tanah liat Kauciptakan aku! Masakan Kaubuat aku kembali menjadi debu?”Ayub 10:9 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Remember, I beseech thee, that thou hast made me as the clay; and wilt thou bring me into dust again?”Ayub 10:9 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 10:9?
Ayub memohon agar Allah ingat bahwa manusia diciptakan dari tanah liat, dan ia bertanya apakah Allah akan mengembalikannya menjadi debu. Ini adalah permohonan belas kasihan: karena manusia lemah dan fana, Allah seharusnya memperlakukan dia dengan lebih lembut.
Latar belakang
Dari tanah liat kembali menjadi debu
Ayub memohon agar Allah mengingat asal-usulnya yang rapuh, dibentuk dari tanah liat. Ia bertanya apakah Allah akan mengembalikannya menjadi debu, seperti awal mula.
Di mana
Tanah Uz
Di tengah penderitaan, berbicara dalam doa
Kapan
~2000 SM
Zaman Para Leluhur
Yang berbicara
Ayub
Orang saleh yang menderita, ~60 tahun
Kepada
Allah
Tidak terlihat tetapi sedang didoakan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עָשָׂה
asah · membentuk
Membuat, membentuk, atau menghasilkan
חֹמֶר
chomer · tanah liat
Tanah liat, lumpur, atau bahan mentah untuk tembikar
עָפָר
afar · debu
Debu, tanah, abu, melambangkan kefanaan
Ayub memakai kata 'asah' untuk membentuk, 'chomer' untuk tanah liat, dan 'afar' untuk debu, menyoroti bahwa manusia itu diciptakan dengan sengaja namun mudah kembali menjadi debu.
Tahukah kamu
Tanah liat dan debu di Alkitab
Dalam budaya Timur Tengah kuno, tanah liat adalah simbol kerapuhan manusia. Ayub memakai gambaran ini untuk memohon belas kasihan, mengingatkan bahwa manusia itu fana.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 10:9
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 10:9
✕ Sering dikira
Ayub meragukan kuasa Allah untuk membentuk.
✓ Yang sebenarnya
Ayub justru mengakui kuasa Allah, tetapi bergumul dengan niat Allah yang tampaknya ingin menghancurkan.
✕ Sering dikira
Ayub membandingkan dirinya dengan benda mati tanpa nilai.
✓ Yang sebenarnya
Tanah liat dalam konteks ini adalah karya seni Allah, tetapi rapuh.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 10:9
Kita semua adalah tanah liat di tangan Pencipta. Ketika kita merasa rapuh, ingatlah bahwa Allah tidak ingin menghancurkan kita, tetapi membentuk kita. Izinkan Dia bekerja dalam hidupmu, bahkan melalui proses yang menyakitkan.
Bapa, ingatlah bahwa aku ini debu; lembutkan hatiku untuk menerima pembentukan-Mu, Amin.