TUHAN membenci orang sesat

Amsal 3:32

Hikmat untuk hidup benar

karena orang-orang sesat itu memuakkan bagi TUHAN, tetapi Dia karib dengan mereka yang lurus hati.

Amsal 3:32 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amsal 3:32?

Orang yang sesat atau tidak jujur itu menjijikkan bagi TUHAN, tetapi Dia memiliki persekutuan yang dekat dengan orang yang jujur dan tulus hati. Ini menunjukkan bahwa Allah menghargai ketulusan dan keintiman dengan orang benar.

Latar belakang

Kontras antara orang sesat dan orang lurus

Ayat ini menegaskan bahwa orang yang menyimpang dari kebenaran (sesat) adalah kekejian bagi TUHAN. Sebaliknya, TUHAN memiliki persekutuan yang dekat dengan orang yang tulus dan jujur.

Di mana

Yerusalem

Di istana atau rumah, saat mengajar

Kapan

~950 SM

Kerajaan Israel Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Salomo menjadi raja
Kerajaan terpecah
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Amsal

Kemungkinan Raja Salomo, terkenal karena hikmatnya

A

Kepada

Anak didik

Muda, mungkin murid atau putra, perlu bimbingan hidup

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

לוּז

luz · sesat

menyimpang atau memutar dari jalan yang benar

תּוֹעֵבָה

to'evah · memuakkan

sesuatu yang menjijikkan atau tidak dapat diterima secara moral

סוֹד

sod · karib

persekutuan yang erat, percakapan pribadi, atau nasihat rahasia

Ketiga kata ini menunjukkan bahwa dosa bukan sekadar kesalahan, tetapi hal yang menjijikkan bagi Allah. Sebaliknya, orang benar menikmati hubungan akrab seperti sahabat dengan-Nya.

Tahukah kamu

Kata 'sesat' bisa berarti 'memutar'

Kata Ibrani untuk 'sesat' (luz) berarti 'memutar' atau 'menyimpang', menggambarkan orang yang meninggalkan jalan lurus.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amsal 3:32

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amsal 3:32

✕  Sering dikira

Mengira Allah membenci orangnya, bukan perbuatannya.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini berbicara tentang 'jalan' orang sesat, yang menunjukkan bahwa Allah membenci cara hidup yang menyimpang, tetapi tetap mengasihi orangnya.

✕  Sering dikira

Mengira 'karib' berarti Allah berbicara langsung kepada kita hari ini secara fisik.

✓  Yang sebenarnya

Ini berbicara tentang keintiman rohani, bukan komunikasi yang terdengar secara harfiah.

Renungan

Renungan Singkat Amsal 3:32

Ayat ini menegaskan bahwa karakter lebih penting daripada prestasi. Ketika kita memilih untuk hidup jujur, kita mendapatkan keintiman dengan Allah yang tidak bisa dibeli. Mari kita jaga hati supaya tetap tulus, karena Allah dekat dengan kita.

Bapa, terima kasih karena Engkau mau dekat dengan orang yang tulus. Murnikan hatiku agar aku selalu hidup dalam ketulusan di hadapan-Mu. Amin.