Kemewahan vs. Kebodohan

Amsal 19:10

Hikmat untuk Hidup Benar

Kemewahan tidak layak bagi orang bodoh, apalagi bagi seorang budak untuk memerintah atas para pemimpin.

Amsal 19:10 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amsal 19:10?

Ayat ini menyatakan bahwa kemewahan dan otoritas tidak cocok bagi orang bodoh. Orang bodoh tidak tahu menggunakan kekayaan atau kekuasaan dengan benar, sehingga akan menyalahgunakannya. Ini peringatan bahwa status tanpa kebijaksanaan akan membawa celaka.

Latar belakang

Kemewahan tidak cocok bagi orang bodoh

Ayat ini menegaskan bahwa kemewahan dan kekuasaan tidak layak bagi orang bodoh, karena mereka akan menyalahgunakannya. Lebih parah lagi bila seorang budak memerintah, itu akan kacau balau.

Di mana

Yerusalem

Di istana kerajaan atau sekolah hikmat

Kapan

~950 SM

Kerajaan Israel Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Salomo menjadi raja
Kerajaan terpecah
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Salomo

Raja Israel, terkenal akan hikmatnya, ~950 SM

G

Kepada

Generasi muda Israel

Para pelajar hikmat, mungkin di istana atau sekolah

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

דֶּשֶׁן

deshen · Kemewahan

Kegemukan, kemakmuran, atau hal yang berlimpah

כְּסִיל

kesil · bodoh

Orang yang bebal, tidak mau belajar

מָשַׁל

mashal · memerintah

Memiliki otoritas atau kekuasaan

Kemewahan dan kekuasaan membutuhkan hikmat; tanpa itu, keduanya menjadi alat kehancuran, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Tahukah kamu

Budak yang memerintah

Di dunia kuno, budak yang diangkat menjadi pejabat bisa terjadi, tetapi sering kali tidak memiliki kebijaksanaan untuk memimpin, sehingga menjadi bencana.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amsal 19:10

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amsal 19:10

✕  Sering dikira

Ayat ini mengutuk kemewahan itu sendiri.

✓  Yang sebenarnya

Yang dikutuk adalah kemewahan yang dimiliki oleh orang bodoh, bukan kekayaan itu sendiri.

✕  Sering dikira

Ayat ini mendukung perbudakan.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini hanya memakai perbudakan sebagai contoh keterbalikan yang tidak wajar, bukan pembenaran perbudakan.

Renungan

Renungan Singkat Amsal 19:10

Ketika kita diberi kelebihan (uang, jabatan, pengaruh), tanyakan: apakah kita cukup bijak mengelolanya? Jangan biarkan kebodohan membuat kita sombong atau lalai. Carilah hikmat Tuhan sebelum memikul tanggung jawab besar.

Tuhan, berikan kami kebijaksanaan dalam setiap kepercayaan yang Engkau titipkan, agar kami tidak menyalahgunakannya. Amin.