Pemalas dan perusak

Amsal 18:9

Kemalasan dalam pekerjaan

Orang yang bermalas-malasan dalam pekerjaannya adalah saudara bagi orang yang merusak.

Amsal 18:9 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amsal 18:9?

Ayat ini menyamakan orang yang malas dalam pekerjaan dengan orang yang suka merusak. Kemalasan dianggap sama buruknya dengan tindakan perusakan karena sama-sama menghancurkan kebaikan.

Latar belakang

Kemalasan yang merusak

Ayat ini menyamakan orang yang malas bekerja dengan orang yang suka merusak. Kemalasan bukan sekadar kelemahan pribadi, tetapi sejajar dengan tindakan destruktif yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

Di mana

Yerusalem

Pasar dan ladang, tempat orang bekerja

Kapan

~950 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembangunan Bait Suci
Perpecahan kerajaan
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Salomo

Raja Israel, ~950 SM, penulis Amsal

P

Kepada

Para pekerja dan orang muda

Orang Israel yang perlu rajin bekerja

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מתרפה

mitrapheh · malas

kendur, lamban, membiarkan tangan jatuh

משחית

mashchit · merusak

perusak, perusak, penghancur

מלאכתו

melakhto · pekerjaannya

tugas, pekerjaan, pelayanan

Kata 'mitrapheh' menggambarkan sikap tangan yang terkulai—tidak giat. Ini bukan sekadar lambat, tetapi sebuah pembusukan yang akhirnya menjadi kerusakan, sejajar dengan 'mashchit'.

Tahukah kamu

Saudara dalam kehancuran

Kata 'saudara' (ach) dalam bahasa Ibrani bisa berarti hubungan dekat; di sini menunjukkan kemiripan karakter, bukan hubungan darah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amsal 18:9

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amsal 18:9

✕  Sering dikira

'Merusak' berarti vandal fisik.

✓  Yang sebenarnya

Ini bisa termasuk perusakan moral atau sosial, seperti kurangnya kontribusi.

✕  Sering dikira

Ayat ini mengutuk orang yang tidak bisa bekerja karena sakit.

✓  Yang sebenarnya

Ini berbicara tentang kemalasan yang disengaja, bukan ketidakmampuan.

Renungan

Renungan Singkat Amsal 18:9

Ketika kita setengah hati melakukan tugas, kita sedang 'merusak' hasil kerja dan kesempatan. Mari berikan yang terbaik dalam pekerjaan sebagai bentuk tanggung jawab dan ibadah.

Tuhan, ubah kemalasan dalam diriku menjadi kesungguhan, dan biarlah pekerjaanku menjadi kesaksian yang baik, amin.