Menerima Teguran atau Menghina Didikan Ayah

Amsal 15:5

Hikmat dalam Perkataan dan Takut akan Tuhan

“Orang bodoh menghina didikan ayahnya, tetapi siapa memelihara teguran adalah bijak.”

Amsal 15:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amsal 15:5?

Orang yang sombong menganggap teguran sebagai hinaan, tetapi orang bijak justru menghargai didikan dan teguran. Ayat ini mengingatkan untuk tidak meremehkan nasihat orang tua atau orang yang lebih berpengalaman.

Latar belakang

Sikap terhadap Didikan

Ayat ini membedakan orang bodoh yang menolak didikan ayahnya dan orang bijak yang menerima teguran. Ini menggarisbawahi pentingnya kerendahan hati untuk belajar dari koreksi.

Di mana

Yerusalem

Pengajaran di istana

Kapan

~950 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Salomo memulai pemerintahannya
Pembangunan Bait Suci
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Salomo

Raja Israel, ~950 SM, menulis untuk mendidik anaknya

A

Kepada

Anak-anak dan orang muda

Generasi muda yang perlu belajar rendah hati

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אֱוִיל

evil · bodoh

orang yang kurang akal, bebal, menolak nasihat

מוּסָר

musar · didikan

disiplin, teguran, pengajaran

עָרַם

aram · bijak

licik, cerdik, tetapi di sini berarti bijaksana

Kata 'musar' menekankan bahwa teguran adalah alat pembentukan karakter, bukan sekadar hukuman. Menolaknya menunjukkan kebodohan, sedangkan menerimanya adalah tanda kearifan.

Tahukah kamu

Didikan dalam bahasa Ibrani

Kata 'didikan' (musar) dalam bahasa Ibrani sering berarti disiplin yang mendidik, bukan hukuman semata, serupa dengan latihan seorang atlet.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amsal 15:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amsal 15:5

✕  Sering dikira

Mengira bahwa 'didikan ayah' hanya berlaku untuk anak kecil, padahal prinsip ini berlaku seumur hidup.

✓  Yang sebenarnya

Teguran dan pembelajaran dari orang tua/otoritas tetap penting sampai dewasa.

✕  Sering dikira

Menganggap 'menghina didikan' hanya berarti tidak patuh secara fisik, padahal sikap hati yang meremehkan juga termasuk.

✓  Yang sebenarnya

Menghina didikan berarti merendahkan nilai nasihat, bukan hanya menolak melakukannya.

Renungan

Renungan Singkat Amsal 15:5

Bagaimana reaksimu saat ditegur? Apakah kamu merasa tersinggung atau justru bersyukur? Belajarlah untuk rendah hati dan terima masukan sebagai kesempatan untuk bertumbuh.

Bapa, berikan aku kerendahan hati untuk menerima teguran, karena itu adalah jalan menuju kebijaksanaan. Amin.